PEMALANG — Berawal dari himpitan utang dan kebutuhan menambah penghasilan keluarga, Mutoharoh, warga Pemalang, merintis usaha tas dan dompet wanita bernama Biru Tsabita. Kini, produknya tidak hanya laris di kota asal, tetapi juga merambah pasar nasional.
Mutoharoh menceritakan bahwa usahanya dimulai dari nol. Saat itu, penghasilan utama keluarga tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari karena terbebani utang yang cukup besar.
“Dari situ, kami mencoba mencari pekerjaan sampingan, dan pilihan kami jatuh pada jualan online yang bisa dijalankan di sela-sela rutinitas kerja. Alhamdulillah, usaha jualan online itu terus berkembang hingga sekarang,” ujarnya.
Desain Cantik dan Fungsional Jadi Andalan
Kunci dari produk Biru Tsabita terletak pada desain yang mengombinasikan estetika dan fungsi. Tas dan dompet yang diproduksi tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga praktis digunakan sehari-hari.
Perpaduan ini menjadi daya tarik utama yang membuat produknya mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Dari pasar lokal Pemalang, pesanan mulai berdatangan dari berbagai kota di Pulau Jawa hingga luar Jawa.
Peran BRI dalam Akselerasi Usaha
Perkembangan pesat Biru Tsabita tidak lepas dari dukungan permodalan dan pendampingan dari BRI. Melalui program pemberdayaan, pelaku UMKM seperti Mutoharoh mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah dan pelatihan pengembangan usaha.
Dengan suntikan modal dan pendampingan tersebut, Mutoharoh bisa meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pemasaran. Produk-produknya kini bisa dijangkau konsumen di luar Pulau Jawa.
Dari Jerat Utang ke Peluang Bisnis Nasional
Kisah Mutoharoh menjadi contoh bagaimana keterbatasan ekonomi bisa diubah menjadi peluang. Usaha yang awalnya hanya untuk menambah penghasilan kini menjadi sumber pendapatan utama keluarga.
“Kami bersyukur, usaha kecil yang dirintis dari rumah ini bisa diterima pasar hingga ke luar daerah,” kata Mutoharoh. Ke depan, ia berencana menambah varian produk dan memperkuat merek Biru Tsabita agar semakin dikenal luas.