Ahmad Farras R G, siswa MAN Insan Cendekia Bangka Tengah, meraih medali perunggu bidang Kimia pada Olimpiade Sains Nasional 2026 tingkat nasional. Kepulangannya bersama dua delegasi lain, Rizky Maulana R dan Faiz Muttaqi, disambut jajaran Kanwil Kemenag Kepulauan Bangka Belitung di Bandara Depati Amir. Capaian ini menjadi lompatan setelah tahun 2025 lalu perjuangan madrasah tersebut terhenti di babak 100 besar semifinalis.
PANGKALPINANG — Medali perunggu itu dibawa pulang Ahmad Farras R G dari arena Olimpiade Sains Nasional 2026 bidang Kimia. Ia bersaing dengan pelajar terbaik dari berbagai sekolah dan madrasah unggulan seluruh Indonesia. Dua rekannya, Rizky Maulana R pada bidang Kimia dan Faiz Muttaqi pada bidang Informatika, turut mewakili Kepulauan Bangka Belitung dalam rangkaian kompetisi yang sama.
Ketua Tim Kelembagaan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Babel sekaligus Ketua Pelaksana, Vitta Damayanti, menyampaikan apresiasi atas perjuangan para peserta. Menurut dia, capaian tersebut menjadi bukti kerja keras, ketekunan, dan dedikasi para peserta serta dukungan dari para guru pendamping.
Dua Siswa Kimia Tembus Final, Satu Bawa Pulang Medali
Guru pembimbing bidang Kimia MAN IC Bangka Tengah, Dodi Saputra, menyebut tahun ini sebagai pencapaian baru. MAN IC Bangka Tengah berhasil mengirimkan dua murid pada bidang Kimia ke babak final OSN 2026, salah satunya Ahmad.
"Alhamdulillahirabbil'alamin, tentunya kami sangat bersyukur atas pencapaian tim OSN tahun ini. Mendapatkan medali di tingkat nasional tentu tidak mudah. Perjuangan tim OSN MAN IC Bangka Tengah sangatlah panjang," ujar Dodi.
Ia membandingkan dengan hasil setahun sebelumnya. Pada 2025, langkah tim OSN madrasah itu terhenti di 100 besar semifinalis.
"Ini pencapaian baru. Setelah tahun 2025 lalu langkah kita terhenti di 100 besar semifinalis, tahun ini ada peningkatan yang sangat signifikan," katanya.
Persaingan Final OSN: Bersaing dengan Murid Sekolah Unggulan se-Indonesia
Ahmad mengaku bersyukur atas medali yang diraihnya. Menurut dia, persaingan di babak final OSN sangat berat karena diikuti murid-murid terbaik dari berbagai sekolah unggulan.
"Perjuangan di final OSN sangat berat karena bersaing dengan murid-murid terbaik dari berbagai sekolah unggulan dari seluruh Indonesia. Namun, atas izin Allah, delegasi Bangka Belitung berhasil membawa pulang medali dari bidang Kimia," katanya.
Proses menuju medali itu tidak singkat. Ahmad harus melewati tahap seleksi di tingkat madrasah sebelum akhirnya lolos ke tingkat nasional.
Kanwil Kemenag: Bukti Siswa Madrasah Mampu Bersaing di Sains
Vitta menilai keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi MAN IC Bangka Tengah. Capaian itu sekaligus menunjukkan kemampuan siswa madrasah untuk berkompetisi dalam bidang sains di tingkat nasional.
"Semoga prestasi ini menjadi motivasi dan bahan bakar semangat bagi seluruh murid untuk terus mengukir prestasi yang lebih tinggi di masa depan. Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia," katanya.
Kepala MAN IC Bangka Tengah Ahmad Sukri Ahkap turut memberikan apresiasi kepada para siswa dan tim pembimbing. Ia berharap capaian tersebut menjadi pemacu semangat bagi keluarga besar MAN IC Bangka Tengah untuk terus meningkatkan prestasi dan melahirkan generasi yang mampu bersaing di tingkat nasional.
Kepulangan Ahmad Farras bersama Rizky Maulana R dan Faiz Muttaqi disambut jajaran Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pihak MAN IC Bangka Tengah, serta orang tua peserta di Bandara Depati Amir.