KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Bobby Green menatap laga krusial melawan Esteban Ribovics di UFC 332, Salt Lake City, dengan peluang menyamai rekor lima kemenangan dalam satu tahun kalender. Petarung berusia 40 tahun itu tengah menikmati rentetan empat kemenangan beruntun, capaian terbaiknya sejak bergabung dengan UFC pada 2013.
Green melangkah ke oktagon dengan catatan empat kemenangan beruntun. Setelah menaklukkan Lance Gibson Jr lewat keputusan terbelah Desember lalu, ia meraih kemenangan penghentian atas Daniel Zellhuber, Jeremy Stephens, dan Terrance McKinney. Kemenangan atas Ribovics akan membuatnya mengoleksi empat kemenangan dari empat laga sepanjang 2026, sekaligus menyisakan satu kemenangan lagi untuk masuk ke kelompok eksklusif petarung dengan lima kemenangan dalam satu tahun kalender.
Sepanjang karier, Green telah mencatat lebih dari 30 pertarungan sejak debutnya pada 2013. Gaya bertarung all-action dan kepribadiannya yang blak-blakan membuatnya menjadi favorit penggemar, meski baru belakangan ini ia benar-benar menikmati performa terbaiknya di UFC.
Empat Kemenangan Beruntun Jadi Modal Terbaik Green
Rentetan empat kemenangan ini menyamai rekor kemenangan beruntun terpanjang Green sejak 2014. Ia pun berharap bisa dipertemukan dengan lawan peringkat 15 besar di kelas ringan demi merebut kembali posisinya di peringkat, yang terakhir kali ia tempati pada Juli 2024.
Namun Green sadar betul posisinya dalam rantai bisnis UFC. Di usia 40 tahun, ia mengakui kemungkinan besar akan dijadikan batu ujian bagi para prospek muda.
"Ini bisnis yang membuang yang tua dan memasukkan yang baru," kata Green. "Bayaran kami naik, jadi mereka harus mendatangkan petarung baru untuk mengeluarkan kami. Ini murni bisnis."
Sempat Hidup di Mobil Jelang UFC 332
Jelang UFC 332, Green sempat membuat komunitas UFC kebingungan. Pada September, kurang dari enam pekan setelah mengantongi bonus Performance of the Night senilai 100.000 dolar AS berkat kemenangan knockout atas McKinney di UFC 329, ia mengungkapkan tengah hidup tanpa tempat tinggal tetap dan tinggal di dalam mobilnya.
Presiden UFC Dana White termasuk yang terkejut, mengingat Green pernah menyatakan telah menggunakan penghasilan kariernya untuk membeli sejumlah properti. Green kemudian menjelaskan, sembilan properti miliknya ditempati teman-temannya, sementara putusnya hubungan dengan pasangannya menggagalkan rencana pindah ke properti lain.
"Soal kabar tunawisma itu, saya memang tidak punya rumah, tapi saya tidak kehilangan tempat berlindung. Saya bisa menginap di rumah siapa saja," ujar Green di media sosial.
"Saya hanya tidak punya rumah sendiri karena saya mengutamakan orang lain, memastikan keluarga dan teman-teman saya terurus," tambahnya.
Dua Laga Tersisa di Kontrak, Fokus pada Masa Depan Keluarga
Green memasuki dua pertarungan terakhir dari kontraknya bersama UFC. Ia mengakui penampilan melawan Ribovics bisa menentukan arah kariernya selanjutnya. Meski begitu, Green tak menyembunyikan hasratnya untuk suatu hari memperebutkan sabuk simbolis BMF, yang diberikan kepada petarung "terganas" di UFC dan telah diperebutkan lima kali sejak diperkenalkan pada 2019.
Peluangnya menghadapi juara BMF saat ini, Charles Oliveira, terbilang kecil karena posisinya yang berada di luar peringkat. Namun Green punya misi lain yang lebih ia utamakan.
"Fokus saya adalah mengubah hidup keluarga saya menjadi lebih baik," kata Green. "Saya ingin menuju sabuk BMF, tapi pada akhirnya, beri saya uangnya."