Pencarian

Hunter Moon Hiasi Langit 26 Oktober, Ini Jadwal dan Asal Namanya

Senin, 26 Oktober 2026 • 10:09:31 WIB
Hunter Moon Hiasi Langit 26 Oktober, Ini Jadwal dan Asal Namanya
Fenomena Hunter Moon atau Bulan Purnama Pemburu terlihat di langit pada Senin (26/10).

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Fenomena Hunter Moon atau Bulan Pemburu muncul di langit pada Senin (26/10), menjadi purnama pertama setelah Harvest Moon. BMKG menyebut purnama ini tidak berbeda secara fisik, tetapi menyimpan latar budaya kuat dari tradisi penduduk asli Amerika. Bagi pengamat di Indonesia, waktu terbaik melihatnya mulai pukul 20.00 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat Hunter Moon merupakan sebutan tradisional bagi fase Bulan purnama yang hadir selepas Harvest Moon, umumnya pada Oktober. Pola ini bergeser setiap tiga tahun sekali. Ketika Harvest Moon jatuh di awal Oktober, Hunter Moon baru muncul pada November.

Mengapa Disebut Bulan Pemburu

Istilah Hunter's Moon berakar pada kalender suku Algonquian, penduduk asli Amerika, dan turut dipakai pemukim Eropa awal. Harvest Moon menandai masa panen raya, sedangkan Bulan Pemburu menjadi penanda masuknya musim berburu.

Ladang yang selesai dipanen meninggalkan sisa hasil panen yang memancing rusa dan rubah keluar mencari makan. Cahaya purnama yang terang lantas memudahkan pemburu melacak target sebelum musim dingin datang. Pada masa itu, perburuan menjadi cara mengumpulkan persediaan daging.

Jadwal Pengamatan di Jakarta

Di Jakarta, Bulan mulai terbit dari arah timur pukul 17.53 WIB. Posisinya masih dekat garis horizon dan tertutup banyak gedung tinggi, sehingga sulit diamati pada fase ini. Bulan mencapai titik tertinggi pada 23.58 WIB dan terbenam keesokan paginya pukul 05.10 WIB.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menyatakan purnama ini bisa disaksikan tanpa alat bantu.

"Fenomena Hunter's Moon tidak memiliki perbedaan fisik dengan bulan purnama biasa, tetapi memiliki latar belakang budaya dan karakteristik unik," ujar Teguh Rahayu dalam keterangannya, Jumat (23/10).

Waktu paling ideal untuk mengamati adalah saat Bulan sudah cukup tinggi di langit, yakni mulai pukul 20.00 WIB. Pengamatan aman dilakukan dengan mata telanjang tanpa pelindung khusus.

Waspada Pasang Purnama di Pesisir

BMKG mengingatkan masyarakat pesisir soal potensi kenaikan permukaan air laut saat purnama. Posisi Matahari, Bumi, dan Bulan yang sejajar membuat gravitasi ketiganya bergabung. Efeknya, pasang air laut menjadi lebih tinggi dan surut lebih rendah dibanding hari biasa.

Fenomena pasang purnama ini lazim terjadi tiap bulan dan perlu diantisipasi warga yang tinggal di kawasan pantai, terutama saat bersamaan dengan cuaca ekstrem.

Follow suarababel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks