PANGKALPINANG — Kepercayaan memimpin kepanitiaan kali ini menempatkan Rommy bukan hanya sebagai penggerak persiapan perayaan, tetapi juga sosok yang mengajak umat Kristiani menghadirkan makna Natal dalam kehidupan bermasyarakat. Tema "Terang di Tengah Kegelapan" diambil dari Injil Yohanes 1:5.
Makna di Balik Target Ribuan Umat
Bagi Rommy, jumlah umat yang hadir bukan semata-mata soal besarnya perayaan. Pertemuan ribuan orang diharapkan menjadi ruang mempererat persaudaraan, menyatukan doa, dan menumbuhkan kepedulian terhadap kondisi daerah.
"Target lima ribu sampai enam ribu umat bisa bersama memuji dan mengagungkan nama Tuhan dalam perayaan Natal Oikumene 2026," ungkap Rommy, Senin (26/10/2026).
Natal dan Realitas Ekonomi-Sosial Babel
Di balik persiapan yang melibatkan banyak pihak, Rommy mengajak umat melihat Natal melalui makna yang lebih mendalam. Tema yang diusung dipandangnya relevan dengan situasi yang sedang dihadapi masyarakat, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Tantangan global, kondisi ekonomi domestik, persoalan sosial, hingga bencana alam menjadi bagian dari kenyataan yang membutuhkan perhatian bersama. Dalam situasi seperti itu, Natal menjadi pengingat bahwa harapan tidak boleh padam ketika masyarakat menghadapi kesulitan.
Rommy memaknai kehadiran Kristus sebagai sumber terang yang membawa pengharapan bagi kehidupan manusia. Pesan tersebut, menurutnya, perlu diwujudkan dalam semangat persatuan, doa, dan kepedulian terhadap sesama.
"Melalui Natal kita maknai bahwa Kristus hadir membawa terang bagi negeri kita tercinta, Provinsi Bangka Belitung. Natal kali ini menjadi momen umat bersatu dalam doa dan pujian untuk bergumul bersama agar negeri kita menerima berkat pemulihan dari Tuhan," tuturnya.
Doa untuk Pemimpin Daerah
Harapan Rommy juga tertuju kepada para pemimpin daerah. Ia mengajak umat Kristiani mendoakan agar para pemimpin diberikan anugerah, hikmat, dan kebijaksanaan dalam menjalankan tanggung jawabnya.
Baginya, doa tidak hanya menjadi ungkapan iman, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap masa depan daerah. Kehidupan masyarakat yang lebih baik membutuhkan kepemimpinan yang bijaksana, persaudaraan yang kuat, serta kemauan saling menopang di tengah berbagai tantangan.
Perayaan Natal Oikumene 2026 sendiri masih menyisakan waktu persiapan hingga pertengahan Januari 2027. Panitia belum merinci lokasi acara maupun rangkaian kegiatan selain ibadah bersama yang ditargetkan dihadiri ribuan umat dari seluruh kabupaten dan kota di Bangka Belitung.