PANGKALPINANG — Program PUMK PT Timah yang berjalan selama seperempat abad ini menyasar tiga wilayah operasional utama perusahaan: Kepulauan Bangka Belitung, Riau, dan Kepulauan Riau. Bantuan tidak hanya diberikan dalam bentuk pinjaman modal, melainkan juga pendampingan usaha agar para mitra bisa bertahan dan berkembang di tengah persaingan.
Departement Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan, menyebut program ini adalah wujud komitmen perusahaan dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. “UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian masyarakat sehingga perlu didukung agar semakin berkembang dan mandiri,” ujarnya.
Selain akses permodalan, PT Timah juga menggelar berbagai pelatihan dan pendampingan. Produk-produk binaan kerap dipromosikan dalam pameran dan acara perusahaan untuk memperluas jangkauan pasar.
Para penerima bantuan bergerak di beragam sektor. Data perusahaan mencatat, bidang usaha yang didanai meliputi perdagangan, industri, jasa, perikanan, peternakan, pertanian, perkebunan, koperasi, hingga industri kreatif. Keragaman ini menunjukkan bahwa program menyasar kebutuhan riil masyarakat di tingkat akar rumput.
Salah satu mitra binaan, Yuliana, pemilik merek Lada Putih 'Pak Umar', merasakan langsung manfaatnya. Ia mengaku tidak hanya mendapat pinjaman, tetapi juga wawasan baru dari pelatihan yang diberikan.
“Selain dari modal kita dibantu juga dalam kegiatan pelatihan sehingga bisa menambah wawasan, kemudian kita dilibatkan dalam berbagai pameran dan PT Timah juga sering beli produk kita untuk acara-acara perusahaan,” kata Yuliana.
Ia berharap program ini terus berlanjut agar UMKM bisa mandiri dan membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar.
Anggi Siahaan menambahkan, PUMK dirancang untuk menciptakan efek berganda. Bantuan modal dan pembinaan diharapkan tidak hanya menguntungkan satu pelaku usaha, tetapi juga menumbuhkan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah operasional PT Timah.
Program ini diperuntukkan bagi UMKM yang berada di wilayah operasional perusahaan, yakni di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Riau, dan Kepulauan Riau. Calon mitra biasanya melalui proses verifikasi dan seleksi yang dilakukan oleh tim Corporate Communication PT Timah.
Pelaku usaha bisa menghubungi kantor perwakilan PT Timah di daerah masing-masing atau mengikuti informasi resmi yang dirilis perusahaan. Selain modal, mitra binaan juga akan mendapatkan akses pelatihan dan kesempatan promosi produk secara berkala.