Genangan Air di Kelurahan Berok Koba Dipicu Sedimentasi Drainase Capai 20 Sentimeter, Bupati Bangka Tengah Soroti Sampah

Penulis: Jonatan Nasution  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 18:21:01 WIB
Bupati Bangka Tengah tinjau langsung kondisi drainase di Kelurahan Berok yang mengalami sedimentasi hingga 20 cm.

KOBA — Persoalan genangan air yang kerap melanda Kelurahan Berok, Kecamatan Koba, akhirnya terkuak. Berdasarkan peninjauan langsung Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), penyebab utamanya bukanlah minimnya infrastruktur drainase, melainkan pendangkalan parah dan saluran yang tersumbat.

Sedimentasi Pasir 20 Cm dan Sampah Jadi Biang Kerok

Algafry mengungkapkan, sedimentasi pasir di sejumlah titik drainase sudah mencapai 20 sentimeter. Kondisi ini diperparah oleh banyaknya saluran air yang tertutup dan dipenuhi sampah, sehingga aliran air tersendat total ketika hujan dengan intensitas tinggi turun.

"Faktanya, saluran air yang dibangun banyak ditutup. Sedimentasi pasirnya sudah mencapai 20 centimeter. Air tidak lancar dan ditambah lagi sampah," katanya di Koba, Selasa.

Pemkab Pastikan Infrastruktur Drainase Sudah Tersedia

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Pertanahan (DPUTRP) Bangka Tengah, Fani Hendra Saputra, menegaskan bahwa saluran drainase di sepanjang jalan nasional sebenarnya sudah dibangun. Namun, kapasitasnya menurun drastis akibat sedimentasi dan penyumbatan.

"Drainasenya sudah ada. Tinggal bagaimana dijaga, dipelihara, dan rutin dibersihkan bersama," ujar Fani.

Apa Langkah Konkret yang Diambil?

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah bersama BPJN langsung bergerak melakukan pembersihan drainase di kawasan tersebut. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan genangan dan untuk memperlancar kembali aliran air.

Algafry menekankan bahwa solusi dari masalah ini tidak rumit dan tidak membutuhkan proyek besar. "Tidak ada yang pelik. Tinggal kesadaran saja. Jangan buang sampah sembarangan dan bersama-sama membersihkan selokan," imbaunya.

Bukan Soal Anggaran, Tapi Kebiasaan Warga

Yang menarik dari temuan ini adalah penegasan Bupati bahwa persoalan genangan di Berok bukanlah kegagalan pembangunan infrastruktur. Justru, infrastruktur sudah tersedia dan berfungsi, namun perawatan berkala yang tidak berjalan dan kebiasaan membuang sampah sembarangan menjadi faktor utama yang memicu banjir lokal.

Pembersihan drainase yang kini dilakukan diharapkan menjadi solusi jangka pendek. Namun, kesadaran kolektif warga untuk tidak menyumbat saluran air menjadi kunci utama agar genangan serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top