KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Skuad Garuda langsung tancap gas sejak peluit kick-off dibunyikan. Agresivitas serangan Indonesia membuat Oman kesulitan keluar dari tekanan. Hasilnya baru terlihat di pertengahan babak pertama.
Gol pembuka lahir pada menit ke-15. Memanfaatkan skema serangan dari sisi lapangan, Justin Hubner menjebol gawang Oman lewat situasi bola mati. Keunggulan 1-0 langsung meningkatkan kepercayaan diri para pemain di lapangan.
Indonesia tidak mengendurkan serangan setelah unggul. Ragnar Oratmangoen merepotkan pertahanan lawan dengan pergerakan cepat dan percobaan tendangan ke gawang.
Tiga menit berselang, Indonesia nyaris mencetak gol kedua lewat tendangan pojok Kevin Diks. Tekanan ini kembali mengguncang lini belakang Oman. Pada menit ke-28, Ole Romeny memanfaatkan peluang di kotak penalti untuk memperbesar skor menjadi 2-0.
Gol Romeny menegaskan superioritas Timnas Indonesia sepanjang 45 menit pertama. Oman yang tertinggal dua gol sempat mendapatkan peluang emas pada menit ke-37 setelah wasit menunjuk titik putih. Namun, kesempatan itu gagal dimanfaatkan untuk memperkecil ketertinggalan.
Permainan agresif skuad Garuda sejak awal menjadi kunci dominasi di babak pertama. Oman tidak berkutik dan kesulitan mengembangkan permainan melawan tekanan konstan dari tuan rumah.
Laga uji coba ini menjadi ajang penting bagi Timnas Indonesia untuk mengukur kekuatan sebelum menghadapi kompetisi resmi selanjutnya. Keunggulan 2-0 di babak pertama memberikan modal berharga bagi pasukan Shin Tae-yong untuk menyelesaikan pertandingan.