PANGKALPINANG — Ikarafa KomBabel resmi menjadi komisariat pertama yang dikukuhkan oleh Ikarafa Pusat di Indonesia. Pelantikan ini digelar dihadapan ratusan alumni UIN Raden Fatah yang tersebar di seluruh Kepulauan Bangka Belitung.
Amin Suyitno yang juga alumni Fakultas Syariah UIN Raden Fatah Angkatan 89 itu menyebut, langkah awal yang paling penting adalah membangun eksistensi. Ia meminta pengurus memulai dengan kegiatan kecil namun rutin, seperti hadir dalam kegiatan sosial dan keagamaan di masyarakat.
"Interaksi yang intens dengan masyarakat setidaknya membuat nama Ikarafa dikenal," ujar Amin di hadapan pengurus yang baru dilantik.
Prioritas kedua, Ikarafa KomBabel didorong memiliki program jangka panjang berupa pendirian lembaga pendidikan yang benar-benar unggul. Menurut Amin, bentuknya bisa dimulai dari yang paling sederhana, yakni Taman Kanak-Kanak (TK) yang dipadukan dengan Raudhatul Athfal (RA).
"Kalau penerapannya saja sudah unggul dan eksklusif pasti akan diminati masyarakat. Saya pikir SDM Ikarafa KomBabel tak akan menjadi kendala, banyak alumni yang sudah menjadi orang hebat di Babel ini," tegasnya.
Prioritas ketiga yang ditekankan Dirjen Pendis adalah bakti terhadap sesama anggota Ikarafa. Amin mengingatkan bahwa tidak semua alumni meraih kesuksesan. Ia memerintahkan ketua terpilih untuk segera melakukan pendataan agar kondisi dan kebutuhan alumni dapat diketahui secara pasti.
"Bagaimana nasib ekonominya, nasib pendidikan anak-anaknya. Ini harus diperhatikan," perintah Amin.
Menanggapi hal itu, Ketua Ikarafa KomBabel periode 2026-2030, H Sofian, SAg MSi mengaku pihaknya akan bergerak cepat. Mantan Camat di Kabupaten Bangka Tengah ini menyebut jumlah alumni UIN Raden Fatah di Bangka Belitung diperkirakan mencapai lebih dari 1.000 orang.
"Langkah pertama saya lakukan bersama pengurus adalah melakukan pendataan alumni. Semua harus terdata," tegas Sofian.
Sofian mengungkapkan, meski baru resmi dikukuhkan, embrio Ikarafa KomBabel sudah terbentuk lebih dari lima tahun lalu dan telah menjalankan berbagai kegiatan. Ia bangga karena alumni UIN Raden Fatah di daerahnya dinilai multitalenta dan telah mengisi hampir semua sektor.
Dari data yang dihimpun, alumni UIN Raden Fatah di Bangka Belitung saat ini tersebar di eksekutif, legislatif, hingga yudikatif. Beberapa di antaranya menduduki posisi strategis seperti Wakil Ketua DPRD Provinsi dan Sekretaris Daerah Provinsi.
"Di tahun 1991 saja, jumlah mahasiswa asal Bangka Belitung yang sedang kuliah di UIN Raden Fatah sudah mencapai 350 orang. Bayangkan setelah 35 tahun, jumlahnya pasti jauh lebih besar," ujar Sofian yang juga pernah menjabat Kabid di Biro Kesra Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.