KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan Spence tidak menyambut uluran tangan Partey saat tradisi bersalaman jelang kick-off. Insiden ini terjadi di tengah atmosfer panas yang menyambut pemain Villarreal itu di stadion. Nama Partey diumumkan dengan sorak-sorak bernada cemoohan dari pendukung Inggris, sementara setiap sentuhan bolanya diiringi yel-yel negatif.
Penampilan Partey di Piala Dunia edisi ini menjadi sorotan setelah ia absen pada kemenangan 1-0 Ghana atas Panama di Toronto. Ia gagal masuk ke Kanada karena petugas imigrasi menolak izin masuknya. Usai kejadian itu, Partey mengaku siap bermain melawan Inggris.
"Saya merasa siap untuk bermain," ujar Partey sebelum laga Selasa malam. BBC Sport memastikan Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) tidak membahas protokol jabat tangan dengan para pemain sebelum pertandingan.
Sorotan terhadap Partey tak lepas dari kasus hukum yang menjeratnya. Pemain berusia 33 tahun itu mengaku tidak bersalah atas tujuh tuduhan pemerkosaan dan satu tuduhan penyerangan seksual terhadap empat wanita berbeda antara 2020 dan 2022. Sidang perkaranya dijadwalkan tahun depan.
Pekan lalu, Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) mengeluarkan pernyataan terkait status Partey. "AS mengetahui adanya perkara pengadilan yang tertunda untuk Tuan Partey. Namun, saat ini ia belum terbukti bersalah dan diizinkan masuk ke Amerika Serikat setelah visa diterbitkan," bunyi pernyataan CBP.
Insiden jabat tangan ini menambah daftar panjang kontroversi di luar teknis pertandingan yang mewarnai Piala Dunia. Sorakan dari tribun Boston Stadium menunjukkan sebagian besar penonton sudah mengetahui latar belakang kasus yang membelit Partey. Meski demikian, belum ada pernyataan resmi dari pihak Inggris atau Ghana soal kejadian tersebut.
Pertandingan grup L ini berlangsung ketat, namun perhatian publik justru tertuju pada gestur Spence yang menolak bersalaman. Momen ini menjadi pembicaraan utama di platform X dan Instagram, dengan beragam spekulasi mengenai alasan di balik tindakan bek Inggris tersebut.