Litecoin kembali menjadi sorotan di tengah lesunya pasar kripto. Dalam sepekan terakhir, harga LTC bergerak di kisaran US$40, level yang sama dengan titik terendah siklus bearish 2022. Namun, di balik kelemahan harga ini, ada pola yang berulang sejak halving pertama pada 2015.
Data historis menunjukkan Litecoin konsisten membentuk dasar harga (bottom) antara enam hingga 14 bulan sebelum setiap peristiwa halving—pemotongan imbalan penambang sebesar 50%. Pada halving pertama Agustus 2015, bottom terjadi sekitar empat bulan sebelumnya. Siklus kedua pada Desember 2018 memperlebar jarak menjadi sembilan bulan menjelang halving Agustus 2019.
Siklus terbaru, halving ketiga pada 2 Agustus 2023, mencatat bottom pada akhir Juni 2022—nyaris 14 bulan lebih awal. Setelah bottom di US$40, LTC meroket ke US$114 pada Juli 2023, sebelum terkoreksi ke US$80 menjelang halving. Bahkan saat keruntuhan bursa FTX pada November 2022, Litecoin justru melonjak lebih dari 40%.
Selain faktor halving, Litecoin juga mendapat angin segar dari ambisinya di ranah decentralized finance (DeFi). Sejak peluncuran testnet pada April lalu, LitVM—mesin virtual pertama Litecoin yang kompatibel dengan Ethereum—telah memproses lebih dari 63 juta transaksi. Lonjakan adopsi terlihat dalam dua pekan terakhir, dengan lebih dari 1,5 juta dompet baru tercipta, mendorong total dompet menjadi 4,4 juta.
Namun, tekanan pasar tetap nyata. LTC menjadi satu-satunya aset kripto berusia lebih dari sepuluh tahun yang masih diperdagangkan di dekat level terendah pasar bearish 2022. Sebagai perbandingan, Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) saat ini bertengger jauh di atas level 2022.
Potensi pemulihan Litecoin masih dibayangi sentimen risiko global. Data inflasi inti PCE AS yang akan dirilis Kamis pekan ini menjadi katalis utama. Jika angka inflasi menunjukkan tekanan harga yang masih lengket, Bitcoin berpotensi jatuh di bawah US$60.000, menyeret altcoin termasuk LTC ke level yang lebih dalam.
Volume perdagangan bursa kripto gabungan pada Mei juga turun 3,45% menjadi US$4,41 triliun—terendah sejak September 2024. Satu-satunya segmen yang mencatat pertumbuhan adalah derivatif perpetual aset dunia nyata (RWA), yang volumenya naik 10,4% ke rekor tertinggi baru.
Dengan halving keempat yang berjarak sekitar 13 bulan lagi, Litecoin memasuki periode kritis. Pola historis memang memberi harapan, tetapi tidak ada jaminan akan terulang. Trader dan investor disarankan mencermati pergerakan harga di level US$40—apakah ini benar-benar bottom atau sekadar pit stop sebelum penurunan lebih lanjut.