TANJUNGPANDAN — Perum Bulog Cabang Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memastikan kebutuhan beras masyarakat di daerah itu tercukupi hingga beberapa bulan ke depan. Kepastian ini disampaikan di tengah kekhawatiran warga akan ketersediaan bahan pokok.
Pimpinan Cabang Perum Bulog Belitung, Syahrianza Rahman, mengungkapkan stok beras yang tersimpan di gudang Bulog per awal Juli 2026 mencapai 267 ton. Jumlah itu terdiri dari 251 ton beras Medium dan 16 ton beras Premium.
Pihak Bulog tidak hanya mengandalkan stok yang ada. Syahrianza menyebut pihaknya saat ini sedang mendatangkan tambahan pasokan beras medium sebanyak 1.000 ton. Pengiriman massal ini dijadwalkan tiba dalam waktu dekat untuk memperkuat ketahanan pangan di Belitung.
"Ketahanan stok khususnya untuk komoditas beras bisa mencapai tiga bulan ke depan bahkan lebih," ujar Syahrianza di Tanjungpandan, Jumat.
Selain beras, Bulog Belitung juga memastikan ketersediaan minyak goreng subsidi Minyakita. Saat ini, persediaan di gudang mencapai 3.200 liter. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, Bulog tengah melakukan pengadaan baru sebanyak 192.000 liter.
Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas harga di pasaran dan memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau.
Menyikapi kondisi ini, Syahrianza mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong. Menurutnya, stok yang ada saat ini sangat cukup, ditambah pasokan baru berkapasitas besar yang sedang dalam perjalanan menuju Belitung.
"Kami mengimbau masyarakat untuk berbelanja dengan bijak sesuai kebutuhan dan tidak perlu melakukan aksi borong. Stok yang ada sangat cukup, ditambah lagi pasokan baru berkapasitas besar sedang dalam perjalanan menuju Belitung," katanya.
Salah satu strategi utama yang konsisten dilakukan Bulog Belitung adalah program penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Program ini digelar secara berkala langsung ke masyarakat untuk menjaga daya beli dan menekan potensi kenaikan harga di tingkat pengecer.
"Salah satu strategi utama yang konsisten kami lakukan adalah melalui program penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) secara berkala langsung ke masyarakat," tegas Syahrianza.