TANJUNGPANDAN — Baznas Kabupaten Belitung memastikan tidak ada siswa yang putus sekolah hanya karena masalah biaya. Lembaga amil zakat itu baru saja menyalurkan bantuan uang tunai kepada empat siswa tingkat SMA sederajat dengan total nilai Rp5.050.000.
"Bantuan pendidikan uang tunai kami berikan kepada empat orang siswa tingkat SMA sederajat dengan nilai bantuan mencapai total Rp5.050.000," kata Ketua Baznas Kabupaten Belitung, Firmansyah, di Tanjungpandan, Jumat.
Masing-masing siswa memperoleh nominal yang bervariasi, dengan rata-rata sekitar Rp1.250.000 per orang. Bantuan ini diserahkan secara simbolis bertepatan dengan kegiatan khitanan massal di Kantor Baznas Belitung.
Program 'Belitung Cerdas' untuk Cegah Putus Sekolah
Bantuan ini merupakan bagian dari program "Belitung Cerdas" yang digagas Pemkab Belitung bersama Baznas. Program ini secara khusus menyasar siswa dari keluarga kurang mampu yang memiliki semangat tinggi melanjutkan pendidikan, namun terhambat keterbatasan ekonomi.
"Jangan sampai anak-anak kita berhenti di bangku SMP karena kendala biaya. Baznas Belitung sangat siap membantu dan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menanggulangi masalah pendidikan," ujar Firmansyah.
Dana Berasal dari Zakat, Infak, dan Sedekah Muzakki
Seluruh bantuan yang disalurkan tersebut bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah yang ditunaikan oleh para muzakki atau wajib zakat melalui Baznas Belitung. Firmansyah berharap bantuan ini dapat meringankan beban biaya pendidikan para orang tua murid sekaligus menjadi pemantik semangat bagi siswa untuk terus mengukir prestasi.
Bantuan tambahan pendidikan ini, menurut Firmansyah, merupakan bentuk kepedulian Baznas terhadap anak-anak yang memiliki semangat tinggi untuk melanjutkan pendidikan, namun menghadapi keterbatasan ekonomi. Program ini menjadi salah satu upaya konkret Pemkab Belitung dalam menekan angka putus sekolah di daerah tersebut.