Tesla Batasi Anggaran AI Karyawan Rp 3,2 Juta per Minggu, Grok Milik Musk Dikecualikan dari Aturan

Penulis: Alfian Batubara  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 21:52:01 WIB
Tesla membatasi anggaran penggunaan AI karyawan hingga Rp 3,2 juta per minggu kecuali untuk produk Grok.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Langkah Tesla memangkas biaya AI internal terungkap dalam memo yang dilaporkan The Information. Kebijakan ini berlaku enam bulan setelah perusahaan mulai merapikan penggunaan AI karyawan ke dalam pendekatan terpusat, lengkap dengan model yang disetujui dan kebijakan keamanan formal. Beberapa tim bahkan membangun papan peringkat konsumsi token untuk mendorong adopsi—dan dorongan itu bekerja terlalu baik.

Insinyur Habiskan Ribuan Dolar per Minggu untuk Token AI

Menurut dua orang yang akrab dengan penggunaan AI di Tesla, insinyur perangkat lunak kerap menghabiskan token setara ribuan dolar AS setiap pekan. Di bawah kebijakan baru, pengeluaran di atas 200 dolar AS per minggu harus mendapat persetujuan khusus. Namun, memo tersebut mengecualikan produk beta dari xAI, perusahaan AI milik Elon Musk.

Pola ini mencerminkan tren di perusahaan teknologi lain. Uber membatasi pengeluaran AI karyawan di angka 1.500 dolar AS per bulan setelah menghabiskan seluruh anggaran AI 2026 pada bulan April. Meta, Amazon, dan Walmart juga menerapkan batasan serupa atau mendorong karyawan beralih ke model yang lebih murah. Yang membedakan Tesla adalah kecepatan perubahannya: dari kampanye adopsi massal ke pengendalian biaya hanya dalam hitungan bulan.

Grok Kurang Diminati, Karyawan Lebih Pilih Claude

Pengecualian untuk Grok dalam kebijakan ini menjadi sorotan. Musk berulang kali mendorong karyawan Tesla menggunakan alat dari perusahaannya sendiri. Pada April lalu, ia mengirim surel ke seluruh perusahaan mendorong penggunaan Composer, model coding dari Cursor yang kini akan diakuisisi SpaceX senilai 60 miliar dolar AS. Tesla juga menjadi penguji awal versi Grok dan Composer yang belum dirilis.

Namun, strategi ini tidak berjalan mulus. Menurut empat sumber internal, Grok tidak populer di kalangan staf Tesla. Banyak dari mereka lebih memilih menggunakan Claude milik Anthropic. Ini bukan pertama kalinya produk AI Musk mendapat sambutan dingin. Tahun lalu, integrasi Grok di mobil Tesla bahkan tidak terhubung dengan fungsi kendaraan, dan Musk sendiri mengakui xAI "tidak dibangun dengan benar" hanya beberapa minggu setelah Tesla menginvestasikan 2 miliar dolar AS ke perusahaan itu.

Nilai Perusahaan Bergantung pada AI, tapi Biaya Sulit Dikendalikan

Kebijakan ini menjadi krusial karena valuasi Tesla kini bertumpu pada AI. Musk sendiri mengatakan nilai masa depan perusahaan bergantung pada penerapan AI dalam skala besar di jaringan Robotaxi dan robot humanoid Optimus, bukan pada penjualan mobil. Sementara itu, pendapatan perusahaan nyaris stagnan dalam dua tahun terakhir.

Di luar pengeluaran token, Tesla juga memperketat keamanan AI. Sejak musim semi, perusahaan membatasi akses ke model di luar platform internal "Bottle Rocket" pada laptop dan jaringan kantor. Karyawan diperingatkan untuk tidak memasukkan data rahasia ke sistem yang tidak disetujui, bagian dari budaya perusahaan yang terkenal agresif dalam mencegah kebocoran.

Ironisnya, pendekatan serupa justru bermasalah di Ford. Produsen mobil AS itu baru saja merekrut kembali spesialis jaminan kualitas setelah menyadari AI melewatkan sejumlah cacat produksi. Tesla sendiri meluncurkan Nova, alat AI yang dilatih dengan data internal, untuk membantu standarisasi praktik mulai dari pencarian hari libur hingga pemecahan masalah di jalur pabrik.

Langkah Tesla memotong anggaran AI sambil mengecualikan Grok menunjukkan tarik-ulur antara ambisi dan realitas biaya. Untuk perusahaan yang mengklaim AI sebagai fondasi valuasi triliunan dolar, ketidakmampuan mengelola pengeluaran token beberapa ribu dolar per insinyur per minggu menimbulkan pertanyaan serius tentang kesiapan skala yang lebih besar.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top