Portugal Lolos ke 16 Besar Piala Dunia Geopolitik, Tapi Performa Ronaldo Kembali Jadi Sorotan

Penulis: Jonatan Nasution  •  Jumat, 03 Juli 2026 | 23:32:01 WIB
Cristiano Ronaldo mengeksekusi penalti yang membawa Portugal unggul atas Kroasia.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kemenangan Portugal atas Kroasia di matchday pamungkas fase grup Piala Dunia Geopolitik, Rabu dinihari WIB, mengirim Selecao ke babak 16 besar. Namun sorotan justru tertuju pada performa Cristiano Ronaldo yang disebut-sebut sudah tidak lagi layak menjadi starter bagi tim sekelas Portugal.

Gol Penalti Ronaldo Tak Cukup Tutupi Permainan Buruk

Ronaldo memang sukses mengeksekusi penalti untuk membawa Portugal unggul. Namun sepanjang pertandingan, pergerakan CR7 dianggap menghambat ritme serangan tim. Ia baru ditarik keluar pada menit ke-81, dan momen itu langsung disambut ekspresi wajah kesalnya yang terekam kamera.

Kroasia nyaris membalikkan keadaan. Dua gol mereka dianulir karena offside tipis hasil deteksi sensor microchip bola — sebuah keputusan yang memicu perdebatan sengit. Satu tembakan mereka juga membentur tiang gawang.

Ramos Jadi Penyelamat di Menit Akhir

Kemenangan Portugal akhirnya dipastikan oleh Gonçalo Ramos di masa injury time. Striker anyar AC Milan bernilai 60 juta pound itu melompat tinggi bak Ronaldo di masa jayanya untuk menyundul bola ke sudut gawang, memastikan Kroasia tersingkir.

Ironisnya, jika Diogo Jota — mantan rekan setim Ronaldo yang meninggal setahun lalu — masih hidup, besar kemungkinan Ronaldo tak akan menjadi starter di laga ini. Usai pertandingan, Ronaldo memberikan momen emosional dengan mengenakan jersey Jota bernomor 21 sebagai penghormatan.

Usia Ronaldo: Antara Legenda dan Beban Tim

“Tidak ada rasa malu untuk mengatakan bahwa tahun-tahun terbaik Ronaldo sudah berlalu dan Portugal pantas mendapat yang lebih baik daripada pemain berusia 76 tahun di lini depan yang kini hanya mengandalkan penalti,” tulis Football Daily dalam laporannya.

Data membuktikan: Ronaldo memang masih produktif secara statistik, tapi pergerakannya tanpa bola dan kecepatan bereaksi sudah jauh menurun. Portugal memiliki lini tengah terbaik dan bek kiri terbaik dunia saat ini — namun sayang jika potensi itu harus terbuang sia-sia hanya demi mengakomodasi satu pemain.

Spanyol Menanti, Bisakah Ronaldo Buktikan Lagi?

Portugal kini akan menghadapi Spanyol di babak 16 besar. Sebuah ujian berat bagi skuad asuhan Roberto Martínez. Jika Ronaldo kembali menjadi starter dan gagal tampil impresif, kritik terhadap pelatih akan semakin keras. Tapi jika ia justru membungkam kritik seperti yang sudah berkali-kali ia lakukan, maka ceritanya akan berbeda.

“Ini adalah episode terbaru dari upaya menuliskan Ronaldo. Dan hampir pasti kami akan berakhir dengan pastel de nata di wajah ketika ia membuktikan kami salah lagi pada Senin nanti,” tulis Football Daily menutup laporannya.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top