PANGKALPINANG — Sebanyak 11.653 pelaku usaha mikro dan kecil di Kepulauan Bangka Belitung telah menyerap Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Juni 2026. Kepala Bidang Pengembangan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Babel, Muslim El Hakim Kurniawan, mengungkapkan total serapan mencapai Rp838.994.000.000.
Dari jumlah tersebut, sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp487,26 miliar. Sektor perdagangan besar dan eceran menyusul di posisi kedua dengan realisasi Rp200,06 miliar.
Muslim menjelaskan dominasi sektor pertanian tidak lepas dari perkebunan kelapa sawit yang menjadi primadona di Babel. “Saat ini pertanian ini yang lebih besar dalam penyerapan KUR dan sektor ini juga paling banyak yang menyerap tenaga kerja di daerah ini,” katanya di Pangkalpinang, Rabu.
Rincian debitur menunjukkan segmen mikro mendominasi dengan 10.779 pelaku usaha. Sementara itu, usaha kecil tercatat 840 debitur, dan Super Mikro (Supermi) sebanyak 34 debitur. Penyerapan ini tersebar di tujuh kabupaten/kota, mulai dari Pangkalpinang, Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung, hingga Belitung Timur.
“Target penyerapan KUR tahun ini sebesar Rp1,6 triliun, berarti capaian hingga Juni tahun ini sudah mencapai 50 persen lebih,” ujar Muslim. Optimisme pun muncul mengingat masih ada sisa enam bulan untuk mengejar sisa target.
Sektor lain yang ikut menyerap KUR antara lain industri pengolahan Rp27,8 miliar, jasa kemasyarakatan dan hiburan Rp50,9 miliar, serta penyediaan akomodasi dan makan minum Rp15,8 miliar. Sektor transportasi, pergudangan, dan komunikasi tercatat Rp8,2 miliar, sementara real estate dan jasa perusahaan menyerap Rp5,9 miliar.
Untuk mendongkrak serapan hingga akhir tahun, Dinas Koperasi dan UMKM terus mengintensifkan sosialisasi dan edukasi. “Kita mengintensifkan sosialisasi KUR ini ke UMKM di daerah dan pulau terpencil, agar mereka mudah mengakses program KUR ini,” kata Muslim.
Langkah ini dinilai krusial mengingat banyak pelaku usaha di wilayah kepulauan masih kesulitan mendapatkan akses pembiayaan formal. Dengan jangkauan yang lebih luas, pemerintah berharap KUR bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus menekan angka kemiskinan di Babel.