DLH Bangka Perkuat TPS3R dan Rumah Kompos, Target Kurangi Volume Sampah dari Sumbernya

Penulis: Ricki Manurung  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 16:07:31 WIB
DLH Kabupaten Bangka memperkuat peran TPS3R dan Rumah Kompos untuk mengurangi volume sampah dari sumbernya.

SUNGAILIAT — DLH Kabupaten Bangka tidak hanya mengandalkan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dalam menangani sampah. Sejumlah Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS3R) dan Rumah Kompos yang dikelola Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) kini diperkuat perannya sebagai garda depan pengolahan sampah di tingkat kawasan.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Bangka Feggy Vera Lusianti mengatakan, fasilitas ini menjadi ujung tombak pengurangan sampah karena mengedepankan pemberdayaan masyarakat. "Peran aktif masyarakat sangat penting untuk mengurangi sampah dari sumbernya, karena fasilitas pengelolaan sampah sudah disediakan," kata Feggy di Sungailiat, Kamis.

Lokasi TPS3R dan Rumah Kompos di Bangka

Berdasarkan data DLH Kabupaten Bangka, saat ini terdapat beberapa TPS3R yang tersebar di wilayah kecamatan. Fasilitas itu mencakup TPS3R Srimenanti di Kecamatan Sungailiat, TPS3R Puding di Kecamatan Puding Besar, serta TPS3R di Bakam, Pugul, dan Senang Hati. Selain itu, ada juga TPS3R Lingkungan Nelayan 2.

Untuk pengolahan sampah organik, DLH juga mengoperasikan Rumah Kompos Matras dan Rumah Kompos Rebo. Kedua rumah kompos ini telah dilengkapi sarana dan prasarana pendukung untuk memproduksi pupuk alami.

Dari Sampah Daun Jadi Pupuk yang Laku Dijual

Feggy menjelaskan, Rumah Kompos memproduksi pupuk alami berbahan sampah organik seperti daun kering dan bahan alami lainnya. Pupuk kompos yang dihasilkan tidak hanya mengurangi volume sampah yang harus diangkut ke TPA, tetapi juga memberikan kontribusi ekonomi bagi masyarakat.

"Pemanfaatan sampah alami untuk pembuatan kompos tidak hanya berdampak mengurangi volume sampah, namun juga memberikan dampak kontribusi ekonomi masyarakat karena pupuk kompos dan dijual ke masyarakat petani," ucap Feggy.

Sistem Pengelolaan Berbasis Komunal

TPS3R sendiri merupakan sistem pengelolaan sampah skala komunal atau kawasan. Pendekatan ini mengedepankan peran aktif masyarakat bersama pemerintah melalui pemberdayaan. Sampah yang masuk akan dipilah, kemudian sampah organik diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik didaur ulang untuk dimanfaatkan kembali.

Dengan diperkuatnya peran KSM TPS3R dan Rumah Kompos, DLH Kabupaten Bangka berharap volume sampah yang dihasilkan warga dapat ditekan secara signifikan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang menuju pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top