TANJUNGPANDAN — Ribuan warga diperkirakan akan memadati Bundaran Tugu Satam setiap akhir pekan menyusul kebijakan baru Pemkab Belitung. Bupati Djoni Alamsyah Hidayat secara resmi mengumumkan pelaksanaan hari bebas kendaraan atau Car Free Day (CFD) yang dikawinkan langsung dengan agenda penguatan ekonomi kerakyatan.
“Pelaksanaan CFD di Bundaran Satam dapat menjadi ruang untuk menggerakkan sektor perekonomian daerah khususnya bagi para pelaku UMKM,” kata Djoni di Tanjungpandan, Jumat.
Bukan Sekadar Jalan Santai, Ada Target Ekonomi di Baliknya
Djoni menjelaskan bahwa ide menghadirkan CFD di pusat kota ini lahir dari kebutuhan untuk menciptakan titik temu antara gaya hidup sehat dan produktivitas ekonomi. Selama ini, Bundaran Satam dikenal sebagai ikon estetika kota. Kini, pemerintah ingin mengubahnya menjadi pusat interaksi sosial yang menghasilkan transaksi riil.
“Kehadiran Car Free Day ini sengaja kita rancang sebagai ruang yang banyak manfaat. Selain untuk memfasilitasi masyarakat berolahraga, bersilaturahmi, dan membangun budaya hidup sehat serta ramah lingkungan, ini adalah momentum emas untuk membangkitkan dan menggerakkan ekonomi pelaku UMKM kita,” ujarnya.
Menurut Djoni, kerumunan massa yang berkumpul di satu titik setiap Minggu pagi menciptakan pasar potensial yang sangat besar. Pemerintah daerah berkomitmen memfasilitasi para pelaku usaha lokal agar dapat menjajakan produk unggulan mereka, mulai dari kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga produk kreatif lainnya.
Bundaran Satam: Pusat Estetika yang Kini Hidup Secara Produktif
Pemkab Belitung menilai bahwa perputaran ekonomi di tingkat akar rumput merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas pertumbuhan daerah secara berkelanjutan. CFD diyakini menjadi katalis yang menghubungkan produsen kecil langsung ke konsumen tanpa perantara.
“Kami ingin Bundaran Satam tidak hanya menjadi pusat estetika kota, tetapi juga pusat interaksi sosial yang produktif. Ketika masyarakat sehat dengan berolahraga, ekonomi lokal kita juga harus ikut sehat dan bertumbuh melalui transaksi belanja produk-produk UMKM setempat,” ujar Djoni.
Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari keluarga, komunitas, instansi pemerintah, hingga sektor swasta—untuk bersama-sama menyukseskan dan meramaikan kegiatan perdana ini. “Mari kita buktikan bahwa kebersamaan adalah kekuatan Belitung. Saya mengajak seluruh warga untuk hadir, membawa keluarga dan kerabat, berolahraga bersama, sekaligus mendukung produk lokal kita agar Belitung menjadi daerah yang lebih sehat, hidup, dan semakin maju,” katanya.