Stok Cabai dan Bawang di Bangka Belitung Aman, Disperindag Catat Pasokan 39 Ton Bawang Merah Jelang Akhir Pekan

Penulis: Alfian Batubara  •  Jumat, 10 Juli 2026 | 14:59:01 WIB
Stok bawang merah di Bangka Belitung mencapai 39 ton menjelang akhir pekan.

PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Disperindag memastikan pasokan bumbu dapur utama, khususnya cabai dan bawang, dalam kondisi aman. Hal ini disampaikan menyusul pengawasan dan pendataan di sejumlah gudang distributor di wilayah setempat.

Stok Cabai dan Bawang Jelang Akhir Pekan

Berdasarkan data yang dihimpun Disperindag, stok bawang merah mencapai 39 ton dan bawang putih 32,9 ton. Sementara itu, untuk komoditas cabai, stok cabai kecil tercatat 0,9 ton dan cabai merah besar sebanyak 1,4 ton. Disperindag memperkirakan stok akan terus bertambah karena pelaku usaha mendatangkan pasokan secara kontinu dari sentra produksi di Pulau Jawa dan Sumatera.

Harga Masih Stabil, Permintaan Diprediksi Naik

Kepala Disperindag Subekti Saputra menyebutkan harga sejumlah komoditas di pasar tradisional Pangkalpinang masih bertahan. Harga cabai merah keriting dan cabai merah besar sama-sama Rp42.000 per kilogram, sementara cabai rawit merah mencapai Rp68.000 per kilogram. Untuk bawang, harga bawang merah Rp36.000 per kilogram, bawang putih honan Rp40.000 per kilogram, dan bawang bombai Rp32.000 per kilogram.

"Saat ini, permintaan cabai dan bawang masih stabil dan diperkirakan akan meningkat pada Sabtu dan Minggu, karena biasanya pada libur akhir pekan ini banyak masyarakat melakukan hajatan seperti pesta perkawinan, syukuran dan lainnya," kata Subekti di Pangkalpinang, Jumat.

Antisipasi Penimbunan untuk Jaga Harga

Peningkatan permintaan ini, menurut Subekti, biasanya berdampak pada naiknya kebutuhan bumbu masakan. Untuk mengantisipasi lonjakan harga, Disperindag terus melakukan pengawasan terhadap stok dan distribusi. "Kami terus berupaya untuk menekan harga cabai dan bawang ini melalui pengawasan stok, distribusi untuk mencegah penimbunan yang akan memicu kenaikan bumbu masakan makanan ini," ujarnya.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top