PANGKALPINANG — Satu per satu peserta memegang busur, memasang anak panah, lalu membidik sasaran. Mereka adalah puluhan pelajar yang akan mewakili Kota Pangkalpinang pada ajang kepramukaan tingkat nasional tahun depan.
Pembekalan ini difasilitasi langsung oleh Timah Archery Club, klub panahan milik BUMN tambang timah tersebut. Para peserta mendapatkan materi dasar teknik memanah, pengenalan peralatan, hingga praktik langsung di bawah bimbingan pelatih.
Materi yang diberikan mencakup teknik dasar memegang busur, posisi tubuh yang benar, hingga cara membidik sasaran. Setelah sesi teori, para peserta langsung mempraktikkan di lapangan dengan arahan dari pelatih TAC.
Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Panahan PT TIMAH yang berada di kawasan Pangkalpinang. Suasana antusias terlihat saat satu per satu peserta mencoba melepaskan anak panah ke sasaran.
Pimpinan Kontingen Jambore Nasional Kwarcab Kota Pangkalpinang, Subhandi, mengapresiasi dukungan PT TIMAH. Menurutnya, pembekalan ini menjadi bekal berharga bagi para peserta sebelum berlaga di tingkat nasional.
"Kami berterima kasih atas fasilitas dan pelatihan yang diberikan. Ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga membentuk kedisiplinan dan fokus," ujar Subhandi.
PT TIMAH melalui TAC memang rutin membuka pelatihan panahan untuk komunitas dan pelajar di Bangka Belitung. Klub ini menjadi salah satu wadah pembinaan olahraga panahan di provinsi tersebut.
Jambore Nasional 2026 akan digelar di Cibubur, Jakarta. Kontingen dari Kota Pangkalpinang tengah mempersiapkan diri dengan berbagai pembekalan, termasuk olahraga panahan yang baru pertama kali mereka ikuti secara terstruktur.
Pembekalan ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri para peserta saat berkompetisi nanti. Selain keterampilan teknis, panahan juga melatih konsentrasi dan pengendalian emosi.
Dengan dukungan dari BUMN seperti PT TIMAH, pembinaan kepramukaan di daerah mendapat suntikan semangat baru. Para peserta pun pulang dengan pengalaman langsung memegang busur dan melepaskan anak panah—sesuatu yang mungkin tidak mereka dapatkan di sekolah sehari-hari.