PANGKALPINANG — Pelantikan pengurus DPW MIPI Bangka Belitung digelar di Ruang Balai Betason, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Sabtu (11/7/2026). Saparudin, yang juga orang nomor satu di Kota Pangkalpinang, akan memimpin organisasi ini selama lima tahun ke depan.
Menurut Saparudin, MIPI berbeda dari organisasi profesi pada umumnya. Wadah ini menghimpun siapa pun yang berkecimpung di bidang ilmu pemerintahan, baik dari kalangan akademisi, praktisi di pusat dan daerah, maupun masyarakat yang memiliki minat mendalam terhadap tata kelola negara.
“Ini sebetulnya untuk teman-teman yang memang berkecimpung di ilmu pemerintahan, baik pemerintahan pusat maupun daerah. Mereka berada di dunia ilmu pemerintahan secara akademis, ataupun mereka yang menjadi praktisi dan pelaku di bidang pemerintahan,” ujarnya.
Saparudin menekankan, kontribusi utama MIPI ke depan adalah menghasilkan kajian dan pemikiran yang aplikatif. Hasil kajian itu diharapkan bisa menjadi masukan konkret bagi penyelenggaraan pemerintahan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota di Bangka Belitung.
“Ini penting untuk memberikan pengetahuan, pemahaman, kemudian wacana-wacana ke depan. Bagaimana melihat ilmu pemerintahan ini ke depannya dan bagaimana menjalankan pemerintahan yang lebih baik. Saya kira itu sangat penting,” katanya.
Organisasi ini juga diharapkan menjadi jembatan antara dunia akademik dan praktik birokrasi. Selama ini, kerap terjadi kesenjangan antara teori pemerintahan yang diajarkan di kampus dengan implementasi di lapangan. MIPI, kata Saparudin, bisa menjadi ruang dialog untuk menyelaraskan keduanya.
Dengan struktur kepengurusan yang baru dilantik, MIPI Bangka Belitung akan mulai menyusun program kerja dalam waktu dekat. Salah satu agenda awal adalah mengidentifikasi isu-isu strategis pemerintahan yang relevan dengan kondisi daerah kepulauan.