KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan laju industri otomotif pada paruh pertama 2026 telah mencapai 51 persen dari target tahunan 850.000 unit. Angka ini melampaui capaian semester I 2025 yang hanya 47 persen dari target setahun penuh.
Performa Juni 2026 menjadi pendorong utama. Wholesales tercatat 77.550 unit, melonjak 32,9 persen secara tahunan dari 58.363 unit pada Juni 2025. Secara bulanan, distribusi dari pabrik ke dealer naik 12 persen dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 69.219 unit.
Retail sales atau penjualan ke konsumen akhir juga menguat. Pada Juni 2026 tercatat 74.507 unit, naik 19,6 persen dari bulan sebelumnya. Sekretaris Umum Gaikindo, Kukuh Kumara, menyatakan optimisme bahwa target 850.000 unit masih realistis.
Sorotan utama Juni 2026 adalah kebangkitan BYD. Setelah hanya mendistribusikan sekitar 1.100 unit pada Mei dan terlempar dari papan atas, merek asal Tiongkok ini mencatat wholesales 5.264 unit pada Juni. Angka tersebut cukup menempatkan BYD di posisi keempat merek terlaris nasional, sekaligus menggeser dominasi merek Jepang.
Model kunci di balik lompatan ini adalah BYD M6 DM. MPV 7-seater dengan teknologi plug-in hybrid (PHEV) ini mulai didistribusikan ke konsumen pada Juni 2026. Harganya dimulai dari Rp298 juta untuk varian Classic Standard hingga Rp390 juta untuk varian Cross Superior Captain (OTR Jakarta).
Dengan klaim jarak tempuh hingga 1.000 kilometer dalam kondisi penuh, BYD M6 DM langsung menjadi pesaing serius bagi Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, dan Suzuki Ertiga di segmen MPV keluarga.
Sepanjang Januari–Juni 2026, BYD mengumpulkan total 23.257 unit wholesales. Jumlah ini melampaui Honda yang hanya mencatat 20.673 unit, membuat pabrikan berlambang sayap tersebut turun ke posisi keenam.
Merek Tiongkok lain seperti Jaecoo, Chery, dan Wuling juga mencatat pertumbuhan positif, meskipun belum mampu menembus posisi BYD.
Gaikindo mencatat pertumbuhan wholesales terjadi selama tiga bulan berturut-turut setelah perlambatan pada periode Ramadan dan Lebaran 2026. Beberapa faktor pendorong utama meliputi:
Rata-rata penjualan bulanan selama semester I 2026 berada di sekitar 72.800 unit, jauh di atas rata-rata 62.800 unit pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, sejumlah analis memperkirakan laju pertumbuhan semester II akan lebih moderat seiring semakin sengitnya persaingan antarmerek.