TOBOALI — Kapolres Bangka Selatan AKBP Agus Arif Wijayanto menyatakan, seluruh personel yang dikerahkan akan bersinergi dengan TNI, Satpol PP, serta Linmas. Pengamanan ketat diterapkan tidak hanya di TPS, tetapi juga di sejumlah lokasi yang dinilai rawan gangguan keamanan.
Pilkades serentak tahun ini diikuti oleh 23 calon kepala desa. Tujuh desa yang menggelar pemilihan meliputi Desa Jeriji di Kecamatan Toboali, Desa Delas di Kecamatan Airgegas, dan Desa Paku di Kecamatan Payung. Selain itu, pemungutan suara juga berlangsung di Desa Simpang Rimba, Desa Bangka Kota di Kecamatan Simpang Rimba, Desa Tiram di Kecamatan Tukak Sadai, serta Desa Celagen di Kecamatan Kepulauan Pongok.
Dalam keterangannya di Toboali, Senin, Kapolres mengimbau seluruh masyarakat, khususnya warga di tujuh desa penyelenggara, untuk menjaga ketertiban hingga proses penghitungan suara selesai. Ia secara spesifik memperingatkan para calon kepala desa untuk tidak menyebarkan hoaks atau narasi menyesatkan yang bisa memicu kericuhan.
"Pilkades ini hanya sementara. Mari kita bersama-sama menjaga kondusifitas di Bangka Selatan. Untuk calon kepala desa, tolong kendalikan pendukungnya sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan," ujar AKBP Agus Arif Wijayanto.
Kapolres juga memberikan instruksi tegas kepada jajarannya. Seluruh personel yang bertugas di lapangan diminta fokus pada pengamanan dan dilarang keras terlibat dalam praktik politik praktis. Langkah ini untuk menjaga netralitas aparat keamanan selama proses demokrasi tingkat desa berlangsung.
Pengamanan gabungan ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi warga yang hendak menggunakan hak pilihnya. Polres Bangka Selatan mencatat, koordinasi dengan TNI dan Satpol PP telah dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya untuk memetakan titik-titik rawan konflik.