PANGKALPINANG — Perum Bulog Cabang Bangka mencatatkan stok beras sebanyak 2.200 ton yang tersimpan di gudang penyangga di Pulau Bangka. Jumlah itu dinilai cukup untuk menjamin pasokan beras masyarakat di wilayah kepulauan itu hingga tiga bulan ke depan.
Kepala Perum Bulog Cabang Bangka, Dimas Wage Tantri, mengatakan stok tersebut akan diprioritaskan untuk dua program utama, yaitu penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan bantuan pangan untuk warga tidak mampu. "Saat ini, stok beras mencukupi untuk penyaluran beras SPHP dan bantuan pangan warga tidak mampu di Pulau Bangka hingga tiga bulan ke depannya," kata Dimas di Pangkalpinang, Jumat.
Untuk memperkuat cadangan pangan, Bulog Bangka juga menunggu kedatangan pasokan beras dari Kanwil Perum Bulog Provinsi Sumatera Selatan sebanyak 2.400 ton yang saat ini masih dalam perjalanan menuju Pulau Bangka. "Saat ini pasokan beras sebanyak 2.400 ton dari Kanwil Bulog Sumsel masih dalam perjalanan menuju Pulau Bangka untuk memperkuat stok beras di daerah ini," ujar Dimas.
Jika seluruh pasokan dari Sumsel tiba, total stok beras yang dimiliki Bulog Bangka akan mencapai 4.600 ton. Dengan jumlah tersebut, ketersediaan beras diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Pulau Bangka hingga lima hingga enam bulan ke depan. Wilayah layanan Bulog Bangka mencakup Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, dan Kota Pangkalpinang.
Dimas menjelaskan bahwa stok beras yang ada saat ini tidak hanya berasal dari pasokan luar daerah, tetapi juga dari hasil serapan gabah petani lokal. Sepanjang Januari hingga pertengahan Juli 2026, Bulog Cabang Bangka telah menyerap sebanyak 3.300 ton gabah kering petani di Kabupaten Bangka Selatan. Gabah tersebut berasal dari sejumlah desa, di antaranya Desa Pulau Besar, Batu Betumpang, Rias, dan Desa Serdang.
"Penyerapan 3.300 ton gabah kering dari petani di Bangka Selatan ini setara dengan 1.700 ton beras. Stok beras ini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat di daerah ini," kata Dimas.
Langkah menyerap gabah petani lokal ini menjadi bagian dari upaya Bulog untuk menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani di Pulau Bangka. Dengan adanya stok yang mencukupi, diharapkan harga beras di tingkat konsumen tetap terkendali dan pasokan tidak terganggu hingga beberapa bulan ke depan.