PANGKALPINANG — Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kepulauan Bangka Belitung mulai merambah pasar ekspor Eropa. Komoditas yang dikirim adalah daun bambu kering, dengan total volume mencapai 122 kilogram hingga pertengahan 2026. Seluruh proses ekspor ini didampingi langsung oleh Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan setempat untuk menjamin kelayakan produk.
Kepala Karantina Kepulauan Babel, Herwintarti, mengatakan pendampingan dilakukan agar produk daun bambu kering memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan oleh Inggris sebagai negara tujuan. “Pendampingan ini untuk memastikan daun bambu kering sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan negara tujuan ekspor,” ujarnya di Pangkalpinang, Jumat.
Daun bambu kering menjadi salah satu komoditas unggulan baru yang didorong oleh pemerintah daerah. Selain daun bambu, Karantina juga tengah mengembangkan potensi ekspor untuk komoditas lain seperti daun ketapang, manggis, dan buah cemara laut yang melimpah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Kita terus mendorong pelaku UMKM menggali potensi ekspor komoditas-komoditas baru lainnya yang tidak membutuhkan prosesing rumit, mudah dicari, ditemukan dan semua elemen masyarakat ikut berwirausaha mengembangkan produk baru tersebut,” kata Herwintarti.
Untuk mempercepat dan mempermudah proses ekspor, Karantina bersama instansi terkait menerapkan pelayanan terpadu yang terintegrasi di border. Sistem ini memungkinkan pengusaha cukup mengajukan satu kali permohonan ekspor yang kemudian dilayani secara bersama-sama oleh seluruh lembaga terkait.
“Kami siap memberikan pelayanan dan informasi bahwa sistem permohonan ekspor ini cukup satu kali yang selanjutnya akan dilayani secara bersama-sama dengan instansi terkait lainnya,” tegas Herwintarti.
Pemerintah daerah dan Karantina juga terus berkoordinasi untuk mengembangkan varietas produk komoditas baru yang potensial untuk go ekspor. Langkah ini diharapkan mampu mendorong perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM di daerah kepulauan tersebut.