NEW YORK — Dua raksasa sepak bola dari benua berbeda akan beradu strategi di partai puncak Piala Dunia 2026. Spanyol, yang mengandalkan penguasaan bola ala tiki-taka, harus menghadapi Argentina yang bermain pragmatis dan mengandalkan kecepatan transisi serta kreativitas individu Lionel Messi.
Pertandingan ke-104 di turnamen terbesar ini sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi Luis de la Fuente. Pelatih Spanyol itu sukses membawa La Roja ke final setelah menekuk favorit Prancis di semifinal dengan skor meyakinkan.
Sepanjang turnamen, Spanyol hanya kebobolan satu gol — itupun terjadi saat perempat final melawan Belgia. Tim asuhan De la Fuente memulai perjalanan dengan hasil imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde, sebelum bangkit dan menghajar Arab Saudi 4-0 serta Uruguay 1-0 di fase grup.
Di babak gugur, Spanyol melaju mulus. Mereka mengalahkan Austria 3-0 di babak 32 besar, menekuk Portugal lewat gol tunggal Merino di menit akhir pada babak 16 besar, dan menang dramatis 2-1 atas Belgia di perempat final. Performa terus memuncak hingga semifinal saat mereka meredam serangan Prancis melalui penguasaan bola yang lama dan penyelesaian akhir akurat.
Lionel Scaloni membawa Argentina ke final kedua berturut-turut setelah melewati jalan terjal. Sang juara bertahan menyapu bersih fase grup dengan kemenangan atas Aljazair (3-0), Austria (2-0), dan Yordania (3-1).
Namun, babak gugur menjadi ujian sesungguhnya. Argentina butuh waktu tambahan untuk mengalahkan Tanjung Verde 3-2, sebelum melakukan comeback bersejarah melawan Mesir dengan membalikkan keadaan dari tertinggal 0-2 menjadi 3-2 pada menit ke-79. Di perempat final, mereka kembali membutuhkan waktu tambahan untuk menundukkan Swiss 3-1.
Drama puncak terjadi di semifinal melawan Inggris. Tertinggal lebih dulu lewat gol Anthony Gordon, Argentina bangkit berkat tendangan jarak jauh Enzo Fernandez dan sundulan pemain pengganti Martinez. Messi sendiri telah mencetak delapan gol di turnamen ini dan 21 gol sepanjang karier Piala Dunianya.
Kedua tim hanya pernah bertemu sekali di ajang resmi Piala Dunia, yakni pada edisi 1966. Saat itu, Argentina keluar sebagai pemenang dengan skor 2-1. Dari 13 pertandingan persahabatan, Spanyol unggul dengan enam kemenangan, sementara Argentina lima kali menang dan dua laga berakhir imbang. Pertemuan terakhir pada 2018 di Madrid berakhir dengan kemenangan telak Spanyol 6-1.
Spanyol (4-3-3): Simon; Porro, Laporte, Cubarsi, Cucurella; Rodri, Fabian; Lamine Yamal, Olmo, Baena; Oyarzabal.
Argentina (4-3-3): Martinez; Nahuel, Romero, Lisandro Martinez, Tagliafico; Paredes, Mac Allister, Enzo Fernandez, Giuliano Simeone; Messi, Julian Alvarez.