TANJUNGPANDAN — Petugas kebersihan DLH Belitung langsung bergerak menyisir kawasan Bundaran Tugu Satam usai acara nobar final Piala Dunia 2026 usai. Hasilnya, kawasan ikon pusat Kota Tanjungpandan itu kembali bersih dan asri dalam waktu singkat.
Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3 DLH Kabupaten Belitung, Johandi Agus Saputra, menyebut volume sampah yang terkumpul mencapai 260 kilogram. Sampah tersebut didominasi plastik serta sampah anorganik sisa makanan dan minuman penonton.
Meski proses pembersihan berjalan cepat, DLH Belitung menyayangkan masih adanya sikap sebagian masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan. Johandi menilai, idealnya masyarakat memiliki kesadaran dan rasa tanggung jawab mandiri terhadap sampah yang mereka hasilkan atau bawa dari rumah.
"Sangat disayangkan masih ditemukan masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Seharusnya masyarakat bertanggung jawab dengan sampah yang mereka bawa sendiri," ujar Johandi.
Ia berharap ke depan pola pikir serta rasa tanggung jawab masyarakat terhadap kebersihan dapat terus membaik, khususnya saat menghadiri berbagai kegiatan atau event besar di ruang publik. "Semoga ke depan mindset dan tanggung jawab masyarakat bisa berubah menjadi lebih baik di dalam kegiatan event-event selanjutnya, sehingga kebersihan kota tetap terjaga bersama," kata Johandi.