KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Perusahaan yang dikendalikan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu sebelumnya menyerap sekitar 1,9 miliar saham VISI pada harga Rp94 per saham, setara Rp178,7 miliar. Nilai akuisisi tersebut mencakup 61,85 persen dari total modal disetor dan ditempatkan perseroan.
Karena kepemilikan HSI melampaui ambang batas pengendali, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan HSI menggelar MTO untuk menyerap seluruh sisa saham publik. Kewajiban itu dijalankan, tetapi tidak ada satu pun investor yang mengajukan penjualan.
Hasil Konfirmasi KSEI dan BAE
Direktur Utama PT Harmoni Semesta Investama, Nagita Slavina M. Tengker, memastikan tidak ada instruksi penjualan saham yang masuk selama periode penawaran tender wajib berlangsung.
"Berdasarkan surat konfirmasi dari KSEI dan PT Sinartama Gunita selaku Biro Administrasi Efek, tidak terdapat pemegang saham yang melakukan instruksi atau permohonan penjualan saham," kata Nagita dalam keterbukaan informasi, Kamis (10/9/2026).
Mengacu ketentuan OJK, MTO digelar sebagai konsekuensi perubahan pengendali. Tujuannya memberi jalan keluar bagi pemegang saham minoritas yang ingin melepas kepemilikannya setelah struktur kendali perusahaan berubah.
Struktur Kepemilikan VISI Setelah MTO
Dengan tidak adanya partisipasi publik, komposisi pemegang saham VISI tidak berubah dari posisi setelah akuisisi. HSI tetap memegang 61,85 persen saham, sementara sisa sekitar 38,15 persen masih berada di tangan investor publik.
Keputusan investor untuk menahan saham bisa dibaca sebagai sinyal ekspektasi terhadap prospek perseroan di bawah pengendali baru. Namun, tanpa pernyataan resmi dari pemegang saham, motif di balik sikap tersebut tidak bisa dipastikan.
Harga Rp94 per saham dalam akuisisi menjadi acuan harga penawaran MTO. Investor yang memilih tidak menjual berarti menilai valuasi VISI masih berpotensi naik di atas level tersebut.
Arti MTO Bagi Pemegang Saham Minoritas
MTO bersifat wajib bagi pengendali baru, tetapi tidak wajib diikuti pemegang saham publik. Investor bebas memilih menjual di harga penawaran atau tetap memegang sahamnya.
- Harga penawaran MTO: Rp94 per saham
- Jumlah saham yang diakuisisi HSI: sekitar 1,9 miliar lembar
- Nilai transaksi akuisisi: Rp178,7 miliar
- Porsi kepemilikan HSI: 61,85 persen
- Periode MTO: 23 Juli–21 Agustus 2026
- Partisipasi pemegang saham publik: nol
Bagi investor yang tetap bertahan, kepemilikan mereka kini berhadapan langsung dengan pemegang saham pengendali baru yang punya kendali penuh atas arah strategis perseroan. Risiko likuiditas saham perlu dicermati bila jumlah pemegang saham publik menyusut di kemudian hari.
Hingga keterbukaan informasi ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi soal rencana bisnis HSI terhadap VISI ke depan. Investor menunggu apakah pengendali baru akan menyuntik modal, mengubah model bisnis, atau membawa VISI ke lini usaha yang berbeda.
Investasi mengandung risiko.