KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan BYD pada Juni 2026 mencapai 5.264 unit, melonjak drastis dibandingkan bulan sebelumnya. Jaecoo juga mencatatkan pertumbuhan dengan penjualan 3.050 unit atau naik 1,7 persen secara bulanan. Meski angka ini menggembirakan, analis menilai pasar kendaraan listrik di Indonesia masih menghadapi pekerjaan rumah besar.
Yannes Martinus Pasaribu, pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), menegaskan bahwa kenaikan penjualan saat ini belum merefleksikan ekosistem yang sehat. "Tantangan terbesar justru berada pada ekosistemnya, yakni nilai jual kembali yang masih belum stabil, pasar kendaraan listrik bekas yang belum terbentuk kuat, serta kekhawatiran terhadap kondisi baterai setelah masa garansi," ujarnya, Senin (20/7).
Menurut Yannes, selama pasar mobil listrik bekas belum berkembang dan depresiasi harga masih sulit diprediksi, masyarakat akan tetap berhati-hati. Kondisi ini berbeda dengan pasar mobil konvensional yang sudah memiliki skema harga bekas yang lebih jelas dan likuid.
Persoalan infrastruktur juga masih menjadi ganjalan. Pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) dinilai belum merata, terutama di luar kota-kota besar. Akibatnya, sebagian besar pemilik mobil listrik masih sangat bergantung pada fasilitas pengisian daya di rumah masing-masing.
Yannes menekankan bahwa keberhasilan adopsi EV tidak bisa diukur hanya dari angka penjualan. "Keberhasilan adopsi EV akan ditentukan oleh konsistensi kebijakan pemerintah, percepatan pembangunan SPKLU dan SPBKLU, pengembangan industri daur ulang baterai, serta terbentuknya pasar kendaraan listrik bekas yang lebih sehat," katanya.
Di sisi lain, prospek kendaraan listrik di Indonesia masih dinilai positif. Penurunan harga baterai global, semakin banyak pilihan model, serta biaya operasional yang lebih murah dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil diperkirakan akan terus mendorong pertumbuhan pasar. Namun, Yannes mengingatkan bahwa kematangan pasar kendaraan listrik baru bisa tercapai jika ekosistem mampu memberikan kepastian kepada konsumen selama masa kepemilikan kendaraan.