MENTOK — KPU Bangka Barat tidak hanya menggelar sosialisasi di pusat kota. Dari delapan titik yang dituntaskan, tiga di antaranya menyasar pemilih pemula, tiga lainnya untuk warga di daerah pinggiran, dan dua sesi khusus bagi kelompok marginal serta rentan.
"Tahun ini kami menargetkan delapan kali sosialisasi guna meningkatkan pemahaman dan keterlibatan para pemilih pemula dan yang tinggal di daerah pinggiran dalam setiap pelaksanaan pemilu," kata Anggota KPU Kabupaten Bangka Barat, Henny Apriana, di Mentok, Kamis.
Untuk segmen pertama, sosialisasi dilakukan di tiga lokasi berbeda. Dua sesi pertama digelar di Kantor Sekretariat KPU Bangka Barat, diikuti pelajar dari MAN 1 Bangka Barat, MA BIC Bangka Barat, serta puluhan siswa dari SMK 2 Bina Karya dan SMALB Negeri Mentok.
Sesi ketiga untuk pemilih pemula berlangsung di SMA N I Jebus pada bulan lalu, melibatkan siswa dan guru setempat. Materi yang diberikan mencakup pemahaman tentang proses pemilu, nilai-nilai demokrasi, serta pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab.
KPU Bangka Barat juga menjangkau pemilih marginal dan rentan di Panti Jompo Desa Ketap. Sebanyak 10 orang lanjut usia di panti tersebut mendapat edukasi langsung tentang tata cara pencoblosan dan pentingnya partisipasi.
Untuk warga di pelosok, sosialisasi dilakukan di tiga desa. Pertama di Desa Buyankelumbi pada pekan lalu, disusul Desa Pinangyang dan Desa Airnyatoh pada Jumat (17/7). Sesi terakhir untuk kelompok ini digelar di Desa Tanjungniur pada Senin (21/7), diikuti sekitar 25 orang.
Program ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KPU Bangka Barat untuk meningkatkan partisipasi aktif dan inklusif. "Kami terus berupaya agar pendidikan pemilih dilaksanakan rutin berkesinambungan sehingga dapat meningkatkan kesadaran politik masyarakat," jelas Henny.
Berdasarkan data pembaruan triwulan II tahun 2026, jumlah pemilih di Kabupaten Bangka Barat mencapai 158.655 orang. Dari jumlah tersebut, 81.602 pemilih adalah laki-laki dan 77.053 pemilih perempuan. Sosialisasi dianggap krusial mengingat masih banyak warga di daerah terpencil yang belum sepenuhnya memahami mekanisme pemilu.
KPU berkomitmen memberikan akses informasi kepemiluan yang setara kepada seluruh warga negara. Peserta sosialiasi dibekali pemahaman mengenai peran strategis masyarakat dalam menyukseskan setiap tahapan pemilu, serta dorongan untuk mewujudkan pemilu yang demokratis, berintegritas, dan inklusif.