KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Badan statistik resmi Uni Eropa, Eurostat, merilis data yang menunjukkan tekanan harga bahan bakar paling ekstrem di kawasan Balkan. Bulgaria memimpin daftar negara dengan inflasi BBM tertinggi, disusul sederet negara Eropa Timur dan Skandinavia yang juga mencatat kenaikan dua digit.
Kenaikan harga di Bulgaria, Finlandia, dan Lithuania tidak terbatas pada satu jenis bahan bakar. Eurostat mencatat bensin, solar, dan gas untuk kendaraan semuanya mengalami peningkatan harga yang signifikan secara year-on-year.
Berikut daftar negara dengan kenaikan harga BBM tertinggi di Eropa pada Juni 2026:
Tekanan inflasi BBM di Eropa tidak bisa dilepaskan dari situasi geopolitik global. Analisis RIA Novosti menyebutkan eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang berlangsung sejak Februari 2026 menjadi katalis utama kenaikan harga minyak mentah dunia.
Pada perdagangan Rabu (22/7), harga minyak mentah Brent menembus angka 94,09 dolar AS per barel, melonjak lebih dari 3 persen dalam sehari. Harga minyak mentah yang terus memanas ini langsung berdampak pada harga jual bahan bakar di negara-negara pengimpor minyak di Eropa.
Meski data Eurostat ini mencerminkan kondisi di Eropa, gejolak harga minyak global tetap relevan bagi pasar Indonesia. Pemerintah melalui Pertamina terus menyesuaikan harga BBM non-subsidi mengikuti pergerakan minyak dunia. Sebelumnya, harga Pertamax diperkirakan akan turun pada Juli 2026 merespons penurunan harga minyak, namun konflik terbaru membuat prospek tersebut kembali tidak menentu.
Di sisi lain, masyarakat Indonesia sudah mulai merasakan dampak kenaikan harga BBM non-subsidi. Pemberitaan sebelumnya mencatat warga di Tangerang berbondong-bondong beralih ke Pertalite sebagai respons atas mahalnya harga BBM jenis lain. Situasi ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar bahan bakar Indonesia terhadap fluktuasi harga minyak global, meskipun tidak separah yang dialami Bulgaria dan negara Eropa lainnya.