MANGGAR — Job fair yang berlangsung di Gedung Serbaguna Kantor Bupati Belitung Timur ini diikuti oleh 22 perusahaan. Masing-masing membuka posisi mulai dari operator produksi, staf administrasi, hingga teknisi. Pemerintah daerah menargetkan minimal 300 pelamar mendapatkan pekerjaan langsung setelah acara.
Angka pengangguran di Belitung Timur tercatat masih di atas rata-rata provinsi. Menurut data Dinas Tenaga Kerja setempat, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di kabupaten ini mencapai 5,8 persen pada tahun lalu. Sektor pertanian dan pertambangan yang mendominasi perekonomian belum mampu menyerap seluruh angkatan kerja baru.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Beltim, melalui keterangan tertulis yang diterima, menyebut job fair ini merupakan bagian dari program tahunan. "Kami ingin mempertemukan langsung pencari kerja dengan perusahaan. Banyak lulusan SMA dan SMK yang kesulitan mendapat informasi lowongan," tulisnya.
Perusahaan yang berpartisipasi di antaranya PT Timah Tbk, perusahaan perkebunan kelapa sawit, dan sejumlah usaha jasa konstruksi. Mereka membuka lowongan untuk lulusan SMA/SMK hingga sarjana. Sebagian besar posisi teknis memberikan pelatihan singkat bagi pelamar yang memenuhi syarat.
Para pencari kerja diwajibkan membawa fotokopi KTP, ijazah, dan kartu kuning. Proses seleksi administratif dilakukan di tempat, dilanjutkan wawancara langsung dengan perwakilan perusahaan. Job fair direncanakan berlangsung selama dua hari.
Pemkab Beltim berharap kegiatan ini mampu mengurangi angka pengangguran setidaknya 1 persen dalam tahun ini. Selain job fair, Dinas Tenaga Kerja juga membuka pelatihan keterampilan gratis bagi warga yang belum memiliki pengalaman kerja.
Salah seorang peserta, Ujang (23), lulusan SMK jurusan mesin, mengaku baru pertama kali mengikuti bursa kerja. "Biasanya cari kerja lewat kenalan. Ini lebih terarah, ada perusahaan besar juga," katanya.