Semen Indonesia (SMGR) Tersingkir dari LQ45, Bukit Asam (PTBA) Juga Terdepak dari IDX30

Penulis: Ricki Manurung  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 12:03:31 WIB
BEI mengumumkan hasil evaluasi indeks LQ45, IDX30, dan IDX80 pada Senin (27/7/2026) malam.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — BEI mengumumkan hasil evaluasi mayor indeks IDX80, LQ45, dan IDX30 pada Senin (27/7/2026) malam. Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari, menyatakan periode efektif perubahan ini berlaku mulai 3 Agustus 2026 hingga 30 Oktober 2026.

Di indeks LQ45 yang menjadi barometer saham paling likuid, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) harus angkat kaki. Posisinya digantikan oleh PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL). Saham operator menara, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), juga ikut terdepak dari daftar LQ45.

PTBA Terlempar dari IDX30, Digantikan DEWA

Sementara itu, indeks IDX30 yang berisi 30 saham blue chip papan atas hanya mengalami satu perubahan. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) resmi keluar, digantikan oleh PT Darma Henwa Tbk (DEWA). Perombakan ini menandai pergeseran minat investor terhadap saham-saham tambang batu bara dalam jangka pendek.

Di indeks IDX80 yang lebih luas, tiga saham baru masuk: PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL). Sebaliknya, tiga saham lain keluar, yaitu PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), dan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO).

Kinerja Penjualan SMGR Tetap Positif

Meski tersingkir dari LQ45, kinerja fundamental PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) masih menunjukkan tren positif. Perseroan berhasil menjaga momentum pertumbuhan dengan mencatatkan penjualan sebesar 19 juta ton pada periode terakhir. Angka ini menjadi bukti bahwa permintaan semen di pasar domestik masih solid meskipun likuiditas sahamnya di bursa menurun.

Perombakan indeks ini menjadi sinyal bagi investor untuk mencermati pergerakan saham-saham yang baru masuk maupun keluar. Biasanya, saham yang baru masuk akan mengalami tekanan beli dari reksa dana dan institusi yang wajib menyesuaikan portofolionya dengan komposisi indeks.

Reporter: Ricki Manurung
Sumber: emitennews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top