TOBOALI — Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru pengeluaran per kapita masyarakat di Kabupaten Bangka Selatan. Berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) periode 2025, rata-rata warga di daerah tersebut membelanjakan Rp1,69 juta setiap bulannya.
Dari total pengeluaran tersebut, sebanyak Rp989.922 atau 58,29 persen dialokasikan untuk kebutuhan makanan. Sementara itu, sisanya sebesar Rp708.473 atau 41,71 persen digunakan untuk kebutuhan bukan makanan.
Dibandingkan dengan tahun 2024, terjadi kenaikan signifikan sebesar Rp158.296 atau 10,28 persen. Pada 2024, rata-rata pengeluaran warga Bangka Selatan tercatat Rp1,54 juta per kapita per bulan. Lonjakan ini mencerminkan peningkatan aktivitas konsumsi rumah tangga di daerah tersebut.
Meskipun mengalami kenaikan, posisi Kabupaten Bangka Selatan masih berada di peringkat keenam dari tujuh kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Secara nasional, angka ini menempatkan Bangka Selatan di urutan ke-157 dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia berdasarkan besaran pengeluaran per kapita.
Komposisi pengeluaran warga Bangka Selatan pada 2025 menunjukkan porsi belanja makanan masih lebih besar, yakni 58,29 persen. Dalam teori ekonomi, semakin tinggi pangsa pengeluaran untuk makanan, hal itu kerap mengindikasikan tingkat kesejahteraan yang relatif lebih rendah. Kondisi ini lazim dikenal sebagai Hukum Engel.
Dari total pengeluaran bukan makanan yang mencapai Rp708.473, angka ini menunjukkan masyarakat masih memiliki ruang untuk membelanjakan pendapatannya di luar kebutuhan pokok, seperti perumahan, pendidikan, atau transportasi.
Data pengeluaran per kapita ini menjadi salah satu indikator penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan ekonomi dan sosial. BPS merilis data ini secara berkala melalui survei Susenas yang dilakukan setiap tahun. Angka terbaru ini dapat menjadi acuan bagi Pemkab Bangka Selatan untuk mengevaluasi program pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.