PANGKALPINANG — Kepercayaan sebagai Dewan Hakim MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 diberikan kepada dua putra Bangka Belitung. Iqrom Faldiansyah memimpin Rumah Tahfizh Al-Huda Pangkalpinang, sementara Khairul Anam menakhodai Lembaga Tahfizh Ahlul Qur'an Belitung.
Pelantikan berlangsung di Semarang, Jawa Tengah, oleh Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Sebanyak tujuh Dewan Pengawas dan 155 Dewan Hakim dikukuhkan dalam prosesi yang sama.
Apa Tanggung Jawab Dewan Hakim MTQ Nasional?
Sebagai Dewan Hakim, keduanya bertugas memastikan penilaian peserta berjalan objektif, profesional, adil, dan berintegritas. Amanah itu menuntut kompetensi keilmuan, ketelitian, independensi, serta komitmen terhadap nilai-nilai Al-Qur'an.
Bagi Bangka Belitung, keterlibatan keduanya menandai kemampuan daerah bersaing di tingkat nasional. Pembinaan sumber daya manusia bidang Al-Qur'an di provinsi ini dinilai berbuah hasil.
Iqrom Faldiansyah: Amanah Menjaga Marwah Al-Qur'an
Iqrom menegaskan posisinya sebagai Dewan Hakim bukan sekadar penghargaan. Menurutnya, ada tanggung jawab besar yang menyertainya.
"Menjadi Dewan Hakim bukan sekadar sebuah penghargaan, tetapi amanah untuk menjaga marwah Al-Qur'an dan memberikan penilaian yang objektif, adil, serta dapat dipertanggungjawabkan," ungkap Iqrom.
Ia menyebut keterlibatan dua tokoh Bangka Belitung di tingkat nasional sebagai momentum memperkuat pembinaan Al-Qur'an di daerah.
"Kami membawa nama Bangka Belitung. Mudah-mudahan amanah ini menjadi bagian dari ikhtiar untuk terus menguatkan pembinaan generasi Qur'ani, baik di Bangka Belitung maupun secara nasional," tambah Iqrom.
Khairul Anam Sebut Pengalaman Penting
Dari Belitung, Khairul Anam menilai amanah sebagai Dewan Hakim MTQ Nasional menjadi pengalaman penting. Ia menyebut posisi itu sebagai tanggung jawab untuk memberi kontribusi terbaik bagi penyelenggaraan MTQ.
Kehadiran keduanya memperlihatkan kiprah lembaga tahfizh di Bangka Belitung yang semakin luas. Rumah tahfizh dan lembaga tahfizh tidak hanya menjadi tempat menghafal Al-Qur'an, tetapi juga bagian dari ekosistem pembinaan, pendidikan karakter, dan penguatan nilai keislaman di tengah masyarakat.
MTQ Nasional XXXI di Semarang
Pelaksanaan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang menjadi momentum memperkuat syiar Al-Qur'an sekaligus mempererat ukhuwah antardaerah. Ajang ini diharapkan melahirkan generasi yang menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup yang berakhlak, moderat, dan harmonis.
Bagi Bangka Belitung, pelantikan Iqrom Faldiansyah dan Khairul Anam tercatat sebagai capaian dalam perjalanan pembinaan Al-Qur'an di daerah.