KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Balapan Moto2 San Marino 2026 di Sirkuit Misano, Minggu (13/9), akan jadi ujian berat bagi Mario Aji. Ia harus memulai dari baris kesembilan setelah gagal melewati Q1 pada sesi kualifikasi sehari sebelumnya.
Hasil ini memaksa Mario menempuh jalur panjang jika ingin merebut poin di Misano. Sementara para rival terdekatnya sudah mengunci posisi start yang lebih menguntungkan lewat Q2.
Peluang Terbuka di Awal Q1 yang Hilang di Tiga Menit Terakhir
Mario sebenarnya membuka Q1 dengan sinyal positif. Pada fase awal, ia menembus posisi kedua dengan selisih hanya 0,149 detik dari David Munoz yang memimpin lewat catatan 1 menit 34,988 detik.
Posisi itu membuat peluang lolos ke Q2 terlihat nyata. Namun tekanan meningkat begitu sesi memasuki tiga menit terakhir.
A. Escrig lebih dulu mengambil alih puncak klasemen dengan waktu di kisaran 1 menit 34 detik. J. Roberts lalu menyodok ke depan dengan torehan 1 menit 33,652 detik.
Munoz merespons dan kembali ke posisi pertama dengan 1 menit 34,335 detik. Pergeseran itu mendorong Mario turun perlahan dari posisi kedua hingga berakhir di urutan kedelapan saat Q1 ditutup.
Senna Agius Tercepat di Q2, Holgado dan Piqueras Menyusul
Persaingan di Q2 tak kalah ketat. Pembalap Australia, Senna Agius, keluar sebagai yang tercepat dengan catatan 1 menit 33,718 detik.
Daniel Holgado menempel di posisi kedua dengan selisih 0,193 detik. Angel Piqueras melengkapi tiga besar.
- Posisi start Mario Aji: ke-22
- Hasil Q1 Mario Aji: kedelapan
- Waktu terbaik Q1: 1 menit 33,652 detik (J. Roberts)
- Pole position Q2: Senna Agius, 1 menit 33,718 detik
- Selisih Holgado dari Agius: 0,193 detik
Arti Posisi 22 bagi Mario di Misano
Misano dikenal sempit dan sulit untuk menyalip, terutama di rombongan tengah. Start dari posisi 22 memperkecil ruang Mario untuk langsung menempel kelompok depan pada lap-lap awal.
Strategi ban dan manajemen ritme bakal jadi kunci. Balapan Moto2 San Marino 2026 sendiri dijadwalkan bergulir Minggu (13/9) di Sirkuit Misano.