TANJUNG PANDAN — Tim Satuan Pelaksana (Satlap) Tri Cakti Sektor Belitung mencium pergerakan mencurigakan sebuah truk di area parkir pelabuhan. Armada itu diduga kuat hendak mengirim hasil tambang ilegal ke luar Pulau Belitung lewat jalur laut. Petugas yang langsung mendatangi lokasi menghentikan kendaraan dan membongkar muatannya.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengonfirmasi, pengungkapan ini merupakan hasil deteksi intelijen yang dipadukan dengan pengawasan lapangan. "Penangkapan bermula dari hasil deteksi intelijen Tim Satlap Tri Cakti Sektor Belitung terhadap pergerakan mencurigakan sebuah armada truk di area parkir pelabuhan yang diduga kuat hendak menyelundupkan hasil tambang melalui jalur laut," kata Tunggul dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa.
Setelah truk dihentikan, petugas menemukan tumpukan karung berisi bijih timah kering. Totalnya mencapai 200 kampil dengan perkiraan berat 2,5 ton. Selain itu, ditemukan pula 34 balok timah cetakan yang berasal dari industri rumahan, dengan total berat sekitar 873 kilogram.
Seluruh barang bukti langsung disita untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pengemudi truk yang mengangkut muatan ilegal itu langsung ditahan guna dimintai keterangan terkait asal-usul dan tujuan pengiriman timah tersebut.
Pihak TNI AL tidak bekerja sendiri dalam proses penegakan hukum kasus ini. Mereka telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung agar proses penyidikan, penyelidikan, dan penuntutan berjalan maksimal. Langkah ini ditempuh untuk memastikan tidak ada celah hukum yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaku penyelundupan.
Tunggul menegaskan, pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan TNI AL dalam menangani aksi penyelundupan kekayaan alam Indonesia. Pihaknya memastikan akan terus memperketat pengawasan di jalur laut dan darat untuk mencegah aksi serupa.
Belitung dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil timah utama di Indonesia. Penyelundupan komoditas ini kerap terjadi melalui jalur laut dengan modus yang terus berubah. Pengawasan ketat di pelabuhan-pelabuhan kecil dan area parkir truk menjadi titik kritis yang kini diperkuat oleh aparat.