BMI Bangka Belitung Gelar Malam Renungan Kudatuli di Pangkalpinang, Generasi Muda Diajak Ingat Perjuangan Demokrasi

Penulis: Jonatan Nasution  •  Rabu, 29 Juli 2026 | 18:44:02 WIB
Puluhan kader Banteng Muda Indonesia mengikuti Malam Renungan Kudatuli di kawasan Titik Nol Kilometer Pangkalpinang, Senin (27/7/2026) malam.

PANGKALPINANG — Puluhan kader Banteng Muda Indonesia (BMI) berkumpul di kawasan Titik Nol Kilometer Pangkalpinang, Senin (27/7/2026) malam. Mereka menggelar Malam Renungan untuk memperingati 30 tahun peristiwa Kudatuli, kerusuhan politik yang menandai perlawanan terhadap rezim Orde Baru.

Ketua DPD BMI Bangka Belitung, Bayu Hardianto, menyebut peristiwa 27 Juli 1996 menjadi titik penting dalam sejarah demokrasi Indonesia. Menurutnya, generasi muda hari ini perlu memahami bahwa hak berpolitik dan menyuarakan pendapat tidak datang begitu saja.

"Kita tidak boleh lupa tentang kerusuhan 27 Juli 1996, di mana hak berpolitik dan bersuara dibungkam oleh Orde Baru. Semoga generasi muda Babel terus belajar sejarah dan mengetahui perjuangan Ibu Megawati mengawal demokrasi sampai hari ini," ujar Bayu di hadapan peserta.

Pesan Megawati: Akar Rumput Jangan Diinjak

Dalam renungan itu, Bayu mengutip pesan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang dinilai relevan hingga kini. "Pesan Ibu, 'akar rumput tidak boleh diinjak, dia akan tumbuh kembali dan terus tumbuh,'" kata Bayu, menegaskan bahwa demokrasi harus dijaga dari bawah.

Ia menambahkan, memahami sejarah menjadi bekal penting agar generasi muda mampu menjaga demokrasi secara bertanggung jawab. Menghargai perbedaan pendapat serta menjunjung tinggi konstitusi dan persatuan bangsa disebut sebagai nilai utama yang harus diwarisi.

Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Ruang Refleksi

Sekretaris DPD BMI Bangka Belitung, Rais Abdillah, menegaskan kegiatan ini bukan agenda seremonial belaka. Malam Renungan Kudatuli, kata dia, adalah ruang refleksi atas perjalanan panjang demokrasi di Indonesia.

"Kami ingin kader muda tidak hanya tahu tanggal dan peristiwanya, tapi juga memahami konteks politik saat itu. Kudatuli adalah pengingat bahwa demokrasi harus terus diperjuangkan," ujar Rais.

Kegiatan berlangsung khidmat dengan pembacaan doa dan penyalaan lilin sebagai simbol pengingat atas gugurnya kader demokrasi. Titik Nol Kilometer Pangkalpinang dipilih karena lokasi tersebut kerap menjadi pusat kegiatan kebangsaan dan pemuda di ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: faktaberita.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top