BATANG — Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan tegas kepada jajaran TNI, Polri, dan kepala daerah yang hadir dalam acara Akad Massal KPR Sejahtera FLPP di Batang, Jawa Tengah, Kamis lalu. Kepala Negara melarang keras para perwira tinggi menjadi "jenderal salon" yang hanya nyaman di ruang ber-AC.
"Panglima-panglima, jenderal-jenderal jangan jadi jenderal salon, maunya bersih. Sekali-sekali jenderal sepatunya harus kotor, kalau perlu celananya harus kotor sampai ke dengkul," kata Prabowo dalam sambutannya yang dikutip dari siaran resmi.
Presiden meminta para gubernur, bupati, wali kota, kapolda, danrem, dandim, kapolres, hingga kapolsek meluangkan waktu minimal satu jam setiap hari. Waktu itu digunakan untuk memantau langsung kondisi sungai dan saluran air di wilayah masing-masing.
Menurut Prabowo, pemimpin yang baik harus berada di garis depan bersama masyarakat. Dengan turun langsung, mereka bisa melihat kondisi riil di lapangan dan mengambil langkah cepat yang diperlukan.
"Panglima-panglima, jenderal-jenderal jangan jadi jenderal salon," ujarnya menekankan.
Meski mendorong para pejabat untuk berani kotor di lapangan, Prabowo menyelipkan candaan agar penampilan tetap rapi saat menghadiri agenda resmi kenegaraan. "Tapi jangan kalau menghadap Presiden dikotorin sepatunya," katanya disambut tawa hadirin.
Presiden juga memerintahkan kepala daerah untuk aktif menegur masyarakat maupun pelaku usaha yang tidak menjaga kebersihan lingkungan di sekitar rumah dan tempat usahanya. Jika teguran berulang kali tidak diindahkan, Prabowo meminta penegakan aturan dilakukan melalui kerja sama tim gabungan dari unsur penegak hukum.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kebersihan dan keasrian lingkungan tetap terjaga di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kepulauan Bangka Belitung yang memiliki banyak kawasan pesisir dan aliran sungai.