BPBD Pangkalpinang Tangani 8 Kebakaran Lahan Sepanjang Juli, Imbau Warga Tak Bakar Sampah di Musim Kemarau Ekstrem

Penulis: Jonatan Nasution  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 22:29:31 WIB
Petugas BPBD Pangkalpinang memadamkan api di lahan kebun yang terbakar di Kelurahan Bukit Intan, Juli 2026.

PANGKALPINANG — Delapan titik kebakaran lahan melanda Kota Pangkalpinang sepanjang Juli 2026. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD setempat mencatat total area yang terbakar mencapai delapan hektare.

Lahan Kebun dan Semak Belukar Jadi Titik Rawan

Kebakaran tersebar di Kelurahan Bukit Intan, Taman Bunga, Pasir Padi, Tua Tunu, dan Gerunggang. Dedy Revandi menjelaskan lahan yang terbakar merupakan kebun milik warga yang ditumbuhi semak belukar dan ilalang kering.

"Luas lahan yang terdampak tidak terlalu luas, karena Kota Pangkalpinang tidak memiliki hutan seperti kabupaten lain," ujarnya di Pangkalpinang, Kamis.

Ancaman Merambat ke Permukiman Warga

Meski area terbakar tergolong kecil, Dedy mengingatkan risiko kebakaran bisa meluas. Ia menekankan api dari lahan kosong dapat merambat ke rumah-rumah penduduk di sekitar lokasi.

"Lahan terbakar ini tidak terlalu luas, namun demikian kebakaran ini bisa merambat ke permukiman warga yang dapat mengancam keselamatan dan menimbulkan kerugian material besar," kata Dedy.

Edukasi dan Patroli Digencarkan

BPBD Kota Pangkalpinang tidak bekerja sendiri. Dedy menyebut pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian, TNI, dan instansi terkait untuk mengedukasi masyarakat.

"Kami bersama kepolisian, TNI dan instansi terkait lainnya terus mengedukasi masyarakat untuk tidak membakar lahan atau sampah selama musim kemarau ini, karena potensi kebakaran sangat tinggi yang merugikan masyarakat lainnya," katanya.

Masyarakat diimbau tidak membakar lahan atau sampah sembarangan selama musim kemarau ekstrem tahun ini. Langkah preventif itu dinilai krusial mencegah kebakaran besar yang bisa merugikan banyak pihak.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top