TOBOALI — Tiga desa di Kabupaten Bangka Selatan, yakni Desa Kaposang, Desa Bikang, dan Desa Kepoh, resmi ditetapkan sebagai lokasi percontohan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026. Penetapan ini dilakukan BPS Kabupaten Bangka Selatan dalam pencanangan yang digelar di Ruang Pertemuan Kantor Kecamatan Toboali, Kamis (30/7/2026).
Program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem statistik sektoral hingga level desa. Harapannya, setiap kebijakan pembangunan yang lahir di tingkat bawah memiliki fondasi data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Muhammad Zamroni, yang mewakili Bupati Basel Riza Herdavid, menegaskan bahwa ketersediaan data yang akurat menjadi prasyarat utama keberhasilan pembangunan nasional. Hal ini sejalan dengan implementasi Asta Cita ke-6, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk mewujudkan pemerataan ekonomi.
"Kehidupan demokratis yang sehat dan berkeadilan mensyaratkan adanya keterbukaan informasi dan pengambilan kebijakan yang berbasis data. Kegiatan ini juga merupakan kesempatan untuk dapat penataan lembaga, teristimewa dalam rangka mewujudkan dan mengembangkan Sistem Statistik Nasional," ucap Zamroni saat membacakan sambutan Bupati.
Pencanangan ini dirangkaikan dengan pelantikan Agen Statistik yang telah menerima pembinaan dari BPS. Mereka diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pengelolaan data di desa sekaligus membangun budaya statistik di tengah masyarakat.
"Benar dalam pengumpulan data, maka statistik yang dihasilkan tepat. Data yang tepat itulah menjadi dasar untuk pengambilan kebijakan dalam pembangunan kita," tegas Zamroni.
Implementasi Program Satu Data Indonesia di Kabupaten Bangka Selatan membutuhkan kolaborasi erat antarinstansi. Zamroni mengajak pemerintah desa, kecamatan, BPS, Bapperida, Dinas Komunikasi dan Informatika, hingga Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa untuk memperkuat sinergi.
Melalui kolaborasi tersebut, data statistik sektoral yang akurat, mutakhir, dan terpadu diharapkan mampu mendukung perencanaan pembangunan Basel yang lebih efektif. Ketiga desa percontohan ini akan menjadi barometer pengelolaan data berkualitas yang berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
"Dengan tersedianya data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan, Desa Kaposang, Desa Bikang, dan Desa Kepoh ini kami harapan juga menjadi percontohan pengelolaan data statistik berkualitas yang mampu mendukung perencanaan pembangunan Basel agar lebih efektif, tepat sasaran, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.