KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Bermain dengan dominasi penuh sejak menit awal, Indonesia sempat frustrasi menghadapi pertahanan rapat Timor Leste. Peluang emas pertama lahir di menit ketujuh lewat sundulan Rayhan Hannan yang memanfaatkan bola muntah, namun bola masih membentur tiang kiri gawang Dylan Niski. Dua menit kemudian, giliran Thom Haye yang mencoba peruntungannya dari dalam kotak penalti, tetapi kiper Timor Leste kembali tampil gemilang dengan melakukan penyelamatan.
Kebuntuan mulai terlihat akan pecah ketika Timor Leste harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-21. Keunggulan jumlah pemain ini perlahan mengubah ritme serangan Indonesia. Tim Geypens nyaris mencetak gol pada menit ke-14 sebelum kartu merah terjadi, namun penyelesaian akhirnya masih bisa diamankan kiper lawan.
Memasuki babak kedua, tekanan Indonesia semakin intensif. Pertahanan Timor Leste yang mulai kelelahan akhirnya jebol juga. Tiga gol kemenangan skuad Garuda seluruhnya tercipta di paruh kedua, sekaligus memastikan tiga poin penuh diraih tanpa kebobolan.
Hasil ini menjadi modal berharga bagi Indonesia untuk melaju ke babak semifinal. Dengan koleksi enam poin dari dua kemenangan, posisi Garuda di puncak klasemen Grup A semakin kokoh. Kemenangan atas Timor Leste juga menunjukkan ketajaman lini serang yang sempat mandul di babak pertama.
Pelatih Timnas Indonesia dipastikan akan melakukan evaluasi terhadap penyelesaian akhir pemainnya yang kerap membuang peluang di 45 menit pertama. Meski demikian, mentalitas pantang menyerah anak asuhnya patut diacungi jempol karena mampu memanfaatkan keunggulan jumlah pemain secara efektif di babak kedua.
Kemenangan telak ini membuat Indonesia hampir dipastikan lolos sebagai juara grup atau runner-up terbaik. Skuad Garuda tinggal membutuhkan satu hasil imbang di laga pamungkas untuk mengunci posisi di puncak klasemen. Lawan terakhir yang akan dihadapi Indonesia akan menentukan siapa calon lawan di babak semifinal nanti.
Dengan performa yang terus meningkat, peluang Timnas Indonesia untuk berbicara banyak di turnamen dua tahunan ini terbuka lebar. Dukungan penuh dari publik tanah air diharapkan mampu membawa Garuda melaju lebih jauh dan mengakhiri puasa gelar sejak terakhir kali meraihnya.