BANGKA TENGAH — Perayaan ulang tahun kota tertua di Pulau Bangka ini mengusung tema "Koba, Dari Masa ke Masa". Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, edisi keempat KOBALORASI ini dirancang sebagai ruang edukasi sejarah bagi generasi muda, bukan sekadar ajang hiburan semata.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Bangka Tengah, Irwandi, menegaskan perubahan konsep tersebut. Ia menyebut kegiatan ini menjadi media untuk memperkenalkan perjalanan sejarah Kota Koba melalui dokumentasi foto dan kisah perkembangan desa dan kelurahan.
"KOBALORASI #4 bukan sekadar hiburan dalam rangka HUT RI dan HUT Kota Koba, tetapi juga menjadi media edukasi sejarah sekaligus wadah bagi UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat," kata Irwandi.
Salah satu daya tarik utama tahun ini adalah pameran sejarah yang menampilkan dokumentasi foto Kota Koba dari masa ke masa. Materi pameran mencakup kisah perkembangan desa dan kelurahan yang tersebar di wilayah Bangka Tengah.
Inisiatif ini lahir dari keprihatinan terhadap minimnya literasi sejarah di kalangan pelajar. Dengan pendekatan visual dan narasi lokal, panitia berharap generasi muda lebih mengenal akar sejarah kotanya sendiri.
Pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi fokus utama penyelenggaraan acara ini. Ratusan stan bazar produk lokal disiapkan untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan selama lima hari pelaksanaan.
Para pedagang lokal akan menjajakan aneka produk khas Bangka Belitung, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga oleh-oleh khas daerah. Peningkatan transaksi selama acara diharapkan mampu memberi dampak langsung bagi perputaran uang di tingkat masyarakat.
Selain bazar dan pameran, panitia menyiapkan beragam kegiatan fisik dan kesehatan. Jalan sehat, senam bersama, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis akan digelar untuk menarik partisipasi seluruh lapisan masyarakat.
Kegiatan membaca dan bercerita juga masuk dalam daftar acara, menandakan perhatian serius pada literasi anak-anak di tengah kemeriahan perayaan. Pawai budaya dan karnaval akan menjadi penutup spektakuler yang menampilkan kekayaan tradisi lokal.
Rangkaian hiburan malam akan dimeriahkan oleh sejumlah musisi dan penampil, termasuk Jacson Zeran, Hari Gamma 1, DJ Maxsound, dan Hybrid Theory Band. Penampilan lain seperti Infinity Band, Kawanan Band, Disko Randa, Big Noeng, dan DJ Big Mouse juga siap menghibur pengunjung.
Kesenian tradisional Kuda Lumping Ngesti Budoyo Turonggo Mudo turut dihadirkan untuk menjaga keseimbangan antara hiburan modern dan pelestarian budaya. Kombinasi ini diharapkan menarik minat pengunjung dari berbagai kalangan usia.
Irwandi mengajak seluruh masyarakat Bangka Tengah untuk hadir bersama keluarga memeriahkan perayaan ini. "Kami mengundang seluruh masyarakat datang ke Alun-Alun Kota Koba pada 18 sampai 22 Agustus 2026 untuk menikmati seluruh rangkaian kegiatan sekaligus mendukung produk UMKM lokal," tandasnya.