TOBOALI — Hamparan sawah di Instalasi Pengujian dan Penerapan Standar Instrumen Pertanian (IP2MP) Desa Batu Betumpang, Kecamatan Pulau Besar, menjadi saksi uji coba teknologi budidaya padi modern. Panen perdana ini merupakan hasil kolaborasi antara Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Babel, Kementerian Pertanian RI, dan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan.
Kegiatan yang berlangsung di Pulau Besar ini bukan sekadar seremoni panen biasa. Sebelum memotong padi, para petani dan penyuluh mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) budidaya padi PM-AAS serta demonstrasi penggunaan drone pertanian dan alat mesin pertanian (alsintan) modern.
Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi, mengapresiasi kehadiran inovasi pertanian di daerahnya. Menurutnya, penerapan teknologi ini merupakan lompatan besar bagi sektor pertanian Basel yang selama ini belum optimal.
"Kami berkomitmen penuh mendukung program swasembada pangan nasional. Dengan teknologi PM-AAS ini, saya optimistis Bangka Selatan siap menjadi lumbung pangan bagi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," ujar Debby dalam sambutannya di sela-sela kegiatan.
Kehadiran Komandan Kodim 0432/Bangka Selatan, Letkol Inf. Agus Wicaksono, serta personel TNI di lokasi panen menegaskan sinergi lintas sektor. Pendampingan dari Kodim dinilai krusial untuk memastikan adopsi teknologi berjalan lancar hingga ke tingkat kelompok tani.
Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Babel, Dewi Indah Cahyanti, Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Basel Risvandika, serta Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Babel Yogi Pandhu Satriyawan.
Sistem PM-AAS mengandalkan mekanisasi dan presisi. Mulai dari penyemaian, pemupukan, hingga penyemprotan hama dilakukan dengan bantuan drone dan alsintan, menggantikan cara konvensional yang memakan waktu dan tenaga.
Metode ini diyakini mampu menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas gabah per hektare secara signifikan. Camat Pulau Besar, Suseno, dan Kepala Desa Batu Betumpang, Topik, turut hadir mendampingi kelompok tani setempat yang menjadi peserta uji coba.
Keberhasilan panen di IP2MP ini akan menjadi bahan evaluasi BBRMP Babel dan DPKP setempat. Jika hasilnya memuaskan, teknologi PM-AAS akan direplikasi ke sentra-sentra sawah lainnya di Bangka Selatan.
Pemerintah kabupaten berharap pendampingan dari Kementerian Pertanian tidak berhenti di tahap panen. Dukungan pascapanen, termasuk akses pasar dan pengolahan hasil, menjadi kunci agar cita-cita menjadikan Basel sebagai lumbung pangan benar-benar terwujud.