PANGKALPINANG — Persoalan keandalan pasokan listrik hingga minimnya penerangan jalan umum (PJU) menjadi bahan diskusi antara Anggota DPD RI Darmansyah Husein dengan manajemen PLN Bangka Belitung. Agenda reses yang berlangsung di Pangkalpinang pada 29 Juli 2026 ini difokuskan pada fungsi pengawasan terhadap isu-isu pelayanan publik di daerah.
Dalam pertemuan tersebut, senator asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu mendorong pengembangan energi hijau dan peningkatan rasio elektrifikasi. Ia menilai dua hal tersebut krusial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Darmansyah Husein menyatakan akan menindaklanjuti seluruh masukan yang diperoleh dari PLN Babel kepada kementerian dan lembaga terkait. Langkah ini diambil agar pembangunan di Bangka Belitung dapat berjalan lebih merata dan berkelanjutan.
“Berbagai masukan dan aspirasi yang disampaikan akan menjadi bahan tindak lanjut untuk saya perjuangkan kepada kementerian dan lembaga terkait demi mendorong pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan di Bangka Belitung,” ujarnya dalam keterangan yang diterima redaksi.
Selain sektor kelistrikan, diskusi juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan nasional di Bangka Belitung. Kebutuhan penerangan jalan umum (PJU) turut menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan aktivitas ekonomi warga.
Keterbatasan anggaran dinilai menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan pembangunan maupun pemeliharaan infrastruktur di daerah. Hal ini disebut berdampak pada kualitas pelayanan publik yang diterima masyarakat.
Melalui agenda reses dan pengawasan ini, Darmansyah berharap sinergi antara pemerintah pusat, PLN, dan para pemangku kepentingan di daerah dapat terus diperkuat. Tujuannya untuk mempercepat pemerataan pembangunan serta mendukung pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.