PANGKALPINANG — Indeks harga konsumen (IHK) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung naik ke level 108,05 pada Juli 2026, melonjak dari 104,98 pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kepala BPS Kepulauan Babel, Sugeng Arianto, menyebut kenaikan harga kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi pendorong utama inflasi tahunan sebesar 2,62 persen.
"Perkembangan harga berbagai komoditas pada Juli 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan secara tahunan," ujar Sugeng Arianto di Pangkalpinang, Senin.
Dari sebelas kelompok pengeluaran yang dihitung BPS, hanya satu kelompok yang mengalami deflasi tahunan. Kelompok pendidikan tercatat turun 4,79 persen, sementara sepuluh kelompok lainnya mengalami inflasi dengan besaran bervariasi.
Kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 5,63 persen. Disusul kelompok transportasi yang naik 4,29 persen, dipicu oleh kenaikan harga angkutan udara, bensin, dan pelumas atau oli mesin.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang menjadi pemicu utama inflasi tercatat naik 3,25 persen secara tahunan. Adapun kelompok pakaian dan alas kaki mengalami inflasi 1,92 persen, serta kelompok kesehatan naik 1,47 persen.
BPS merinci sejumlah komoditas yang memberikan andil dominan terhadap inflasi tahunan di Babel. Selain emas perhiasan, cumi-cumi, dan ikan kembung, harga beras serta sigaret kretek mesin (SKM) juga turut mendorong laju inflasi.
Di tengah tekanan inflasi, sejumlah komoditas pangan justru mencatatkan penurunan harga secara tahunan. Bawang merah, cabai rawit, dan daging ayam ras menjadi penyumbang deflasi terbesar di Babel pada Juli 2026.
Komoditas lain yang turut menahan laju inflasi antara lain sawi hijau, kelapa, kentang, tomat, dan tauge atau kecambah. BPS juga mencatat deflasi pada harga sekolah dasar serta sekolah menengah pertama, sejalan dengan penurunan kelompok pendidikan.
Penurunan harga juga terjadi pada kebutuhan rumah tangga seperti popok bayi sekali pakai, sabun detergen bubuk, sabun cair atau cuci piring, serta pengharum cucian atau pelembut.
Inflasi year on year merupakan indikator kenaikan harga barang dan jasa secara umum dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menjadi acuan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pengendalian harga pangan dan daya beli masyarakat.