KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Reliance Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan, secara teknikal candle terakhir IHSG berbentuk bullish di atas MA5 dan MA20, dengan indikator MACD yang membentuk golden cross. "Dengan pola ini, kami memperkirakan IHSG akan mengalami penguatan dengan saham pilihan AMMN, BRMS, HMSP, dan SCMA," tulis analis dalam risetnya.
Proyeksi ini sejalan dengan momentum positif yang terbangun di pasar domestik. Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melambung 85,11 poin (1,37%) ke level 6.319. Aksi beli investor asing pun akhirnya tercatat kembali setelah sempat keluar, dengan total pembelian bersih (net buy) mencapai Rp 623,48 miliar.
Adapun empat saham yang menjadi pilihan Reliance Sekuritas beserta target harganya adalah sebagai berikut:
Arus modal asing yang kembali masuk pada sesi sebelumnya terkonsentrasi di sektor perbankan. Data BEI menunjukkan, net buy terbesar disumbang oleh saham BBCA senilai Rp 404,43 miliar, disusul BMRI yang mencapai Rp 129,87 miliar, dan BBRI sebesar Rp 116,06 miliar.
Di sisi lain, sejumlah saham berkapitalisasi kecil justru mencatatkan kenaikan harga paling pesat. ENZO melonjak 34,85% ke Rp 89 dan terkena auto reject atas (ARA), disusul PRDL yang menguat 25% ke Rp 330. Saham PADA naik 26,85% ke Rp 189, HDFA menguat 24,44% ke Rp 112, serta MBTO terapresiasi 22,31% ke Rp 148.
Dari eksternal, bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup mayoritas menguat. Kinerja emiten yang terkait dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menjadi pendorong utama indeks utama Wall Street. Selain itu, optimisme investor juga ditopang oleh harapan tercapainya kesepakatan diplomatik terkait konflik Iran yang selama ini membebani sentimen pasar global.
Dengan kombinasi sentimen global yang kondusif dan akumulasi beli di pasar domestik, peluang penguatan IHSG pada sesi hari ini dinilai masih terbuka. Namun, investor tetap perlu mencermati pergerakan harga di level resistance 6.395 sebagai area potensi profit taking.
Investasi mengandung risiko.