BANGKA SELATAN — Pembangunan Posko Terpadu P4GN di kawasan Tanjung Batu, Kecamatan Toboali, menjadi prioritas utama dalam upaya pemulihan wilayah rawan narkoba di Kabupaten Bangka Selatan. Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda, menegaskan seluruh perangkat daerah harus bergerak cepat memastikan kesiapan lahan dan kebutuhan pembangunan lainnya.
“Setiap perangkat daerah diminta segera mengidentifikasi serta menyelesaikan kendala sesuai tugas dan kewenangan masing-masing,” ujar Hefi dalam rapat yang berlangsung di Ruang Klinik Hukum Lantai I Kantor Bupati Bangka Selatan, Jumat (7/8/2026).
Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Kepala BNNK Bangka Selatan, Hendra Amoer, beserta jajarannya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Camat Toboali, Lurah Tanjung Ketapang, serta Ketua Forum Kolaborasi Pemulihan Kampung Sukadamai. Kehadiran forum ini menegaskan bahwa kawasan Kampung Sukadamai menjadi salah satu wilayah prioritas dalam program pemulihan daerah rawan narkoba.
Komitmen yang ditegaskan dalam rapat ini bukan sekadar seremonial. Pemkab Bangka Selatan menginstruksikan jajarannya untuk turun langsung ke lapangan, memastikan tidak ada hambatan teknis yang menunda pembangunan posko. Langkah ini dinilai krusial karena posko terpadu akan menjadi pusat koordinasi pencegahan dan pemberantasan narkoba hingga tingkat kelurahan.
Hefi Nuranda menargetkan pada 2026 mendatang, lahan maupun pembangunan Posko Terpadu P4GN sudah tersedia dan terbangun. Instruksi tegas ini diberikan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tidak bekerja setengah-setengah dalam menyukseskan program nasional ini.
Dengan adanya posko ini, diharapkan penanganan kasus penyalahgunaan narkotika di Bangka Selatan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi antara pemerintah daerah, BNNK, aparat penegak hukum, dan masyarakat akan lebih terkoordinasi, terutama dalam hal rehabilitasi dan pencegahan dini di lingkungan permukiman.