TANJUNGPANDAN — Kesepakatan harga timah antara Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan PT Timah Tbk akhirnya menemui titik terang. Dalam pertemuan dengan para mitra tambang di Hotel BW Suite, Jalan Pattimura, Kelurahan Tanjungpendam, Sabtu (8/8) malam, harga timah kadar SN 73 disepakati naik menjadi Rp200 ribu per kilogram.
Gubernur Babel Hidayat Arsani menegaskan angka tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama untuk menjawab tuntutan masyarakat selama ini. Ia meminta seluruh pihak menjaga situasi di Belitung dan Belitung Timur tetap kondusif pasca-penetapan harga baru.
Di luar soal harga, manajemen PT Timah berkomitmen mempercepat pembayaran kepada para mitra. Direktur Operasional PT Timah Tbk, Mayjen (Purn) TNI Handy Gerniady, menyebutkan saat ini terdapat 29 PJP yang proses pencairannya dilakukan bertahap.
"Kemarin ada 9 PJP, dan malam ini seluruhnya diupayakan cair agar masyarakat bisa langsung merasakan perputaran ekonomi," kata Handy dalam keterangannya, Sabtu malam.
Handy menambahkan, hasil pertemuan di Pulau Belitung ini langsung dilaporkan kepada Direktur Utama PT Timah Tbk melalui rapat koordinasi jarak jauh. Langkah ini ditempuh agar keputusan di lapangan segera mendapat tindak lanjut dari pusat.
Gubernur Hidayat Arsani memberikan penekanan khusus terkait legalitas operasional tambang di Pulau Belitung. Ia menginstruksikan seluruh penambang bekerja sesuai Surat Perintah Kerja (SPK) yang diterbitkan secara legal oleh PT Timah.
"Saya ingin Belitung dan Belitung Timur aman, jangan dikacau oleh oknum. Bekerja sesuai SPK PT Timah, jangan di kawasan hutan," tegasnya.
Hidayat juga mengingatkan bahwa Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) akan segera beroperasi di Belitung Timur, kemudian menyusul Bangka Selatan dan daerah lainnya. Ia meminta para mitra mengenali aparat keamanan di wilayah masing-masing, mulai dari Kapolres, Dandim, hingga petugas lapangan.
Dalam kesempatan itu, Gubernur menyampaikan pesan moral kepada para mitra tambang. Ia mengingatkan agar bisnis dijalankan dengan benar dan menjaga nama baik PT Timah.
"Uang timah ini panas sampai ke telinga Presiden. Jadi jalankan bisnis dengan benar, jaga PT Timah. Banyak-banyak berzakat dan sedekah supaya dingin," ujar Hidayat.
Sementara itu, pihak PT Timah menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang dinilai sigap meredam potensi konflik di lapangan. Handy menegaskan kolaborasi tersebut membuat kondisi yang sempat darurat kini berangsur pulih.
"Berkat kolaborasi bersama, kondisi yang kemarin emergency kini sudah berangsur pulih dan lapangan bergeliat kembali. Terima kasih kepada seluruh aparat TNI-Polri sehingga konflik tidak meluas," pungkas Handy.