BANGKA — Intensitas kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Bangka meningkat drastis pada musim kemarau tahun ini. Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Satpol PP Kabupaten Bangka, Achmad Suherman, menyebut kondisi cuaca jauh lebih ekstrem dibandingkan tahun lalu, dengan suhu panas ekstrem yang diperparah hembusan angin kencang.
"Luar biasa panasnya belum lagi angin kencang, beda dari tahun lalu, makanya banyak sekali kejadian Karhutla," kata Suherman, Selasa (11/8/2026).
Data dari Dinas Satpol PP menunjukkan lonjakan signifikan laporan kebakaran sejak Juli lalu. Masyarakat di sejumlah kecamatan rutin melaporkan titik api baru yang muncul di lahan kosong dan perkebunan.
"Dari Juli sampai bulan ini, setidaknya ada 5 hingga 10 laporan karhutla setiap harinya," ungkapnya.
Derasnya laporan yang masuk berbanding terbalik dengan kesiapan peralatan di lapangan. Suherman mengakui personel damkar mulai kewalahan, sementara sebagian besar armada yang beroperasi sudah berusia tua dan tidak layak untuk menjangkau titik api di medan berat.
"Personel kami mulai kewalahan, karena banyaknya laporan, belum lagi armada damkar yang sudah tidak memadai karena sudah tua," terangnya.
Keterbatasan anggaran operasional, khususnya untuk bahan bakar minyak (BBM), juga menjadi penghambat percepatan penanganan di lapangan. Padahal, respons cepat sangat menentukan agar api tidak meluas ke permukiman warga.
Akumulasi kebakaran sejak Januari hingga Agustus 2026 telah menghanguskan lahan seluas 300 hektare. Kawasan Jalan Lintas Timur Bangka tercatat sebagai wilayah dengan kejadian karhutla terbanyak, yang kerap dipicu aktivitas pembukaan lahan oleh oknum tidak bertanggung jawab.
"Total 300 hektare, paling banyak kejadiannya di jalan lintas timur Bangka," tuturnya.
Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Bangka telah menetapkan status siaga karhutla. Langkah ini ditempuh untuk memobilisasi seluruh sumber daya yang ada serta meningkatkan kewaspadaan aparatur desa dan kelurahan dalam melakukan patroli rutin.
Suherman mengimbau warga untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar dan lebih berhati-hati saat membuang puntung rokok. Ia menegaskan bahwa faktor kelalaian kecil dapat memicu bencana besar di tengah cuaca panas seperti sekarang.
"Cuaca seperti sekarang ini, kami himbau warga jangan bakar sampah sembarangan dan jangan buang puting rokok ada apanya," ucapnya.